Garasi – Garasi II

Posted: Juli 21, 2008 in Ulasan Album
Tag:, ,

Lumayan lama sejak album pertama Garasi keluar di pasaran, dan sudah terlalu lama pula para penggemar mereka menantikan hadirnya sebuah album baru dari band kesayaan mereka. Garasi, sebuah band beranggotakan 3 orang, Aiu Ratna, Fedi Nuril, dan Aries, yang dulu pernah mencoba menancapkan eksistensi mereka di dunia musik Indonesia melalui album perdana mereka, Garasi, kini kembali dengan album kedua yang diberi judul Garasi II.

Waktu yang lumayan lama membuat warna musik mereka seakan juga mengalami pengendapan yang lama. Mereka kini menghadirkan sound yang lebih baik dari sebelumnya. Terdengar lebih berisi, dan ramai. Suara bass lebih terdengar, dan ada penambahan sampling-sampling yang tampaknya akan mereka jadikan ciri khas musik mereka. Mencoba bereksperimen dengan beragam nuansa musik, mari kita bedah lagu-lagu di album kedua mereka.

Lagu pertama di album ini berjudul ”Lelah” yang awalnya terdengar ringan, namun lalu memasuki tempo yang lumayan cepat. Kembali pelan, dan naik lagi sampai akhir, seakan ingin menunjukkan klimaks, sampai akhirnya lagu diakhiri dengan suara yang menggambarkan kelelahan, sesuai dengan judul lagunya, dimana seseorang digambarkan begitu kecewa, marah, dan lalu merasa semua itu tidak ada gunanya untuk disesali dan biar saja lewat.

Selanjutnya, “Tak Ada Lagi” menjadi lagu kedua yang mereka hadirkan dalam album kedua ini. Sebuah lagu ringan bertempo sedang yang dibawakan dengan rapi. Berbeda dengan “Luna” , lagu ketiga yang diawali dengan intro gitar yang agak berat. Dan komposisi musik yang berbeda dari dua lagu sebelumnya. Sedikit mengingatkan dengan warna musik band asal Inggris, Muse. Distorsi, tom, dan simbal mendominasi lagu ini.

Perlahan tempo dibawa naik dengan hadirnya lagu keempat, ”Duakan Aku” yang berirama lebih ceria walau tema lagu dan distorsi ringan melekat sekali dilagu ini. Sampling mulai banyak digunakan dilagu ini, dan vokal Aiu terdengar lebih stabil. Komposisi lagu yang lumayan unik karena memadukan dua jenis gaya musik yang berbeda, sedikit drum punk, dan pop elektronik.

Suasana sedih berbau dendam ada di lagu ”Salam Untuk Dia” yang diawali dengan petikan gitar yang asik banget, santai. Vokal Aiu lagi-lagi terdengar menarik dan beda dengan lagu-lagu Garasi sebelumnya. Rapi, dengan intonasi naik turun yang stabil. Gw senang sekali dengan lagu ini. Aries juga turut membangun nuansa lagu ini dengan simbal-simbalnya yang berisik tapi asik.

Tensi agak turun saat “Ingin Kau Kembali” mulai mengalun. Lagu sederhana yang tidak terlalu ribet. Pelan dan terdengar lebih seperti harapan seseorang yang sedang galau. Aiu terdengar bernyanyi lebih merdu sambil diiringi solo gitar yang mengalun indah sebagai pelengkap keindahan lagu ini. Jauh sekali berbeda dengan ”Aggressive Trace” yang meluncur kemudian. Lagu ber-beat agak berat ini agak bernuansa padang pasir. Bass yang juga berat menemani distorsi gitar yang sepintas agak mengingatkan kita pada musik pengiring film Mortal Kombat. Suatu suguhan berbeda yang coba untuk dikenalkan oleh Garasi. Dengan sedikit slap bass dan yang sangat gw tunggu-tunggu, Screamo Aiu. Sudah lama rasanya ingin mendengarkan screamo yang walau sedikit, namun cukup membuat gw makin cinta sama band satu ini.

Sedih dan kesepian adalah hal pertama yang gw tangkap saat mendengarkan ”Full Moon”. Dibawakan dengan petiakan dan iringan gitar akustik. Sebuah curahan hati yang dibawakan dengan indah oleh Garasi, baru kemudian disambung dengan gebukan drum santai, dan akhirnya sampai pada klimaks yang lumayan menyentuh. Sebuah lagu indah yang berhasil memeluk emosi gw. Bila kau sedang seorang diri mendengarkan lagu ini, pasti kamu tahu apa maksud gw.

Sound berat lagi-lagi di geber dalam lagu “Posesif” yang sayangnya entah kenapa malah megingatkan gw sama lagu sebelumnya, Aggressive Trace. Ditambah scratching, lagu ini jadi terdengar agak lain, namun secara keseluruhan tidak ada bedanya dengan Aggresive Trace. Malah gw merasa ini masih bagian lagu yang sama dengan part berbeda. Atau kalau bisa dibilang sekuel.

Garasi mencoba menggabungkan sound Punk dengan sedikit metal dalam lagu “Nothing’s Gonna Last”. Jujur saja, gw lumayan kaget pas denger lagu ini. Double pedal Aries dan tempo ala Punkrock, sesuatu yang tidak gw harapkan sebelumnya dari mereka. Menggabungkan lirik berbahasa Indonesia dengan lirik Inggris, lagi-lagi suatu kejutan yang asli, benar-benar membuat gw terkejut.

Album ditutup dengan lagu ”Utsurona Kokoro” yang merupakan versi Jepang dari lagu Lelah. Sebuah kejutan lain yang mereka berikan.

Apa yang kira-kira ingin dibuktikan oleh Garasi dengan album kedua ini? Bukti bahwa mereka masih eksis di dunia musik Indonesia? Penyegaran dari segi musikalitas para personelnya? Atau Keseriusan dalam memenuhi janji pada penggemar yang telah lama menantikan kembalinya mereka? Apapun alasan dibalik semua itu, Album ini merupakan pembuktian bahwa mereka akan terus berusaha sebaik mungkin untuk memberikan yang terbaik.

-Adjie-

Komentar
  1. monsterikan mengatakan:

    filmnya ada sekuel ga ni?

  2. Adjie mengatakan:

    Hohoho… kayaknya ngga ada.. :D

  3. irene mengatakan:

    keqna sih menurut gw..
    lagu garasi yg di album kedua ini kurang nendang yah EMO’na? :)
    keqna lebih nikmat album pertama..
    tapi cukup membayar rasa kangenna qta2 yg jd groupiesna garasi..

    anak garaz kah?

  4. Adjie mengatakan:

    Hahaha.. Garasi kan emang bukan dan tidak pernah jadi band Emo :D

    Musik mereka lebih dominan Alternative Rock dan Pop Elektronik.. dengan sampling dan Synth..

  5. Diar mengatakan:

    add nyang punya e-mail or situs garasi ga, kallu punya kirimin ye ke e-mail gw
    firmansyahdiar@yahoo.com.au

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s