Tahun Rilis : 2008
Sutradara : Kongdej Jaturanrasamee
Pemain :
- Supakson Chaimongkol
- Kiatkamol Lata
Hidup terasa begitu membosankan bagi Kwan, bosan bukan karena ekonominya yang pas-pasan, bukan pula karena pekerjaannya di kantor pos yang selalu mengisi rutinitasnya. Kwan bosan melihat tatapan aneh orang-orang disekitarnya. Kwan bosan mendengar gunjingan orang-orang disekitarnya. Bukan keinginan Kwan untuk dilahirkan dengan cacat tubuh. Ya, Kwan memiliki kelainan di tubuhnya, dia memiliki 3 buah tangan. Kwan malu bila keluar rumah dan harus menghadapi pertanyaan orang-orang disekitarnya. Kehidupan cinta Kwan pun harus di korbankan, semua karena cacat tubuhnya.
Almarhum ibu Kwan selalu mengatakan bahwa cacatnya adalah berkah. Ibunya selalu bilang bahwa Kwan beruntung memiliki 3 tangan. Ibu Kwan adalah seorang penjual Pad-Thai, mie goreng khas Thailand. Setiap Kwan pulang kerumah sehabis diejek atau dipukuli teman-temannya, Ibunya selalu mengatakan bahwa Kwan lebih kuat dari mereka, Kwan punya 3 tangan jadi Kwan punya lebih banyak jurus dari teman-temannya. Jangan pernah takut kalah.
Film ini menceritakan tentang perjuangan Kwan pergi ke kota Bangkok untuk menagih janji seorang dokter yang katanya mampu memotong tangan ketiganya dan membuatnya normal kembali. Perjalanan ini tentu saja tidak mudah, Kwan harus merelakan mobil peninggalan ibunya di jual murah untuk ongkos pergi ke Bangkok.
Seperti kisah-kisah drama pada umumnya, kehadiran perempuan akan menambah indah alur cerita sebuah film. Kwan bertemu dengan Na, seorang perempuan yang ingin ke Bangkok untuk mencari suaminya yang tidak pernah pulang selama bertahun-tahun. Kisah cinta di antara mereka perlahan tumbuh.
Sebuah karya yang sangat indah. Tidak menyesal rasanya menghabiskan hampir 2 jam untuk menyaksikan film ini. benar-benar sebuah film yang indah dan banyak mengajarkan tentang makna hidup. Kwan yang berjuang untuk kembali normal yang hanya akan menimbulkan sebuah pertanyaan baru, benarkah ia ingin normal seperti orang lain? Apakah jalan yang dipilihnya untuk melakukan operasi adalah jalan yang terbaik?. lalu bagaimana dengan Na? apa yang akan dia lakukan bila nanti bertemu kembali dengan suaminya? apakah kisah cintanya dengan Kwan akan berakhir bahagia? Sebuah kisah yang mengandung haru, terutama pengabdian Kwan terhadap mendiang ibunya. Kwan membawa abu ibunya ke kota Bangkok karena dulu ibunya ingin sekali makan Pad-Thai terkenal di Bangkok. Kwan memenuhi janji itu dan membawa abu ibunya dan meletakannya di meja selagi ia makan.
Alam Thailand selatan dan utara benar-benar di tunjukkan dengan baik. pemandangan alam yang asri, suasana pedesaan, dan penggambaran kehidupan di desa Thailand. Film ini unggul dalam sinematografi dan tema cerita. Salut untuk sang sutradara!
-Adjie-



Recent Comments