Archive for October, 2008

31
Oct
08

Merantau Siap Menggebrak!

Sebuah kabar yang lumayan membuat gw merasa senang datang dari sebuah forum diskusi yang biasa gw kunjungi. Saat ini, sedang digarap sebuah film yang mengangkat tema beladiri khas Indonesia, Pencak Silat. Film garapan Gareth Evans, sutradara Inggris ini memperkenalkan seorang aktor laga baru, Iko Uwais yang akan memerankan karakter seorang pemuda berusia 20 tahun bernama Yuda yang menguasai ilmu Silat Harimau.

Film yang rencananya akan dirilis pada bulan April 2009 ini adalah bukti bahwa kesenian tradisional Indonesia patut dilestarikan. Sayang yang sadar akan potensi ini bukan lah kita sendiri, orang Indonesia, yang saat ini sepertinya lebih mementingkan film-film komersil dan laku dipasaran. Tidak ada salahnya mencoba hal baru ketimbang menghadirkan sesuatu yang seragam, basi, dan terkadang norak.

Apa film ini mampu menohok dagu para produser film Indonesia untuk mencoba lebih serius dalam menghabiskan isi brankas mereka? Atau malah akan muncul film-film pengekor selayaknya siklus perfilman Indonesia yang mulai membosankan? Kita tunggu saja.

Untuk info lebih lanjut, silakan kunjungi : http://www.merantau-movie.com/

-Adjie-

31
Oct
08

fiksi.

Tahun Rilis: 2008

Sutradarar: Mouly Surya

Pemain: Ladya Cheryl, Donny Alamsyah, Kinaryosih

Sebuah oleh-oleh yang gw dapat dalam 6th World Film Festival of Bangkok, 2008. Senang rasanya begitu melihat ada film Indonesia dalam daftar film-film yang berpartisipasi dalam event tahunan ini. fiksi., sebuah film karya sutradara Mouly Surya. Menceritakan kisah seorang remaja perempuan dengan kehidupan yang rumit. Menyaksikan ibunya sendiri bunuh diri membawa serta adiknya yang belum sempat lahir, Alisha, remaja perempuan itu, tumbuh menjadi pribadi yang kaku, kesepian, dan kurang kasih sayang.

Plot cerita cukup menarik, digambarkan dengan jelas bagaimana kurangnya Alisha dalam bersosialisasi dengan orang-orang disekitarnya, egois, dan penuh rasa penasaran yang berlebihan. Alisha memandang hidup dengan datar, sedatar ekspresi wajahnya yang tanpa emosi, kadang tersenyum. Sebuah senyum tipis yang manis, kadang licik dan penuh tipu muslihat. Sebuah karakter unik yang terbangun dari rasa sedih dan kesepian yang dalam. pribadi yang mencoba untuk mencari cinta dan rela melakukan apa saja agar orang yang dicintainya itu bahagia.

Film ini digarap dengan sangat baik. Sangat disayangkan alur cerita begitu mudah ditebak. Apa yang akan dilakukan oleh Alisha sangat tepat sesuai dengan prediksi gw. Tidak ada yang rumit dalam film ini kecuali sinematografi yang memang sepertinya bertujuan untuk membawa film ini ke ajang festival. Gambar-gambar yang memiliki arti dalam kebisuan, yang tanpa narasi pun sudah bisa ditangkap apa artinya. Khas film idealis non komersil. Hal yang agak menggangu adalah selalu hadirnya sosok-sosok gay dalam film yang melibatkan Joko Anwar. Entah kenapa Joko senang sekali memasukkan unsur ini dalam film. masih banyak hal lain yang lebih menarik ketimbang penggambaran seperti ini yang menurut pendapat pribadi gw, norak.

fiksi. denting, detik, bergeming dalam sepi, menantikan sebuah cinta yang tak mungkin dapat di genggam. mati adalah cara mengakhiri sebuah kisah dan kisah selalu memliki dua sisi yang berbeda. Kenapa harus terjebak dalam kesepian setiap mencari arti dari sepi itu sendiri. Mencintai memang tak harus memiliki, itu yang selalu ada dalam setiap kisah roman. Bila tak dapat memberikan yang terbaik kepada yang tercinta. apa cara terbaik untuk menyelesaikan semuanya?

Secara keseluruhan film ini sangat menarik. Entah makna apa yang bisa diambil dalam film ini, setiap orang memiliki persepsi yang berbeda menangkap pesan yang disampaikan melalui film ini.

-Adjie-

24
Oct
08

fiksi. , Perempuan Punya Cerita, & Quickie Express Menuju Bangkok

Berita yang didapat dari jadwal resmi 6th World Film Festival, Bangkok. Tiga film asal Indonesia, fiksi. , Perempuan Punya Cerita, dan Quickie Express mendapat kehormatan untuk turut serta meramaikan festival film yang rutin diselenggarakan di Bangkok tersebut.

fiksi. adalah film besutan sutradara Mouly Surya, yang screenwiternya dikerjakan oleh Joko Anwar dan Mouly Surya. Menampilkan, Ladya Cheryl, Donny Alamsyah, dan Kinaryosih. Film yang menceritakan tantang pencarian cinta yang tidak lazim terjadi dalam dunia nyata.

Quickie Express sendiri adalah sebuah film komedi besutan sutradara Dimas Djayadiningrat. Menceritakan tantang kehidupan prostitusi yang disamarkan sebagai jasa Quickie Express. Film ini dibintangi oleh Tora Sudiro, Sandra Dewi, Lukman Sardi, dan Aming.

Sementara Perempuan Punya Cerita adalah sebuah film gabungan karya 4 sutradara perempuan Indonesia yang menceritakan drama kehidupan yang berbeda-beda satu sama lainnya.

Festival ini dibuka pada tanggal 24 Oktober 2008 dan berakhir pada tanggal 2 November 2008. pemutaran filmnya sendiri dimulai pada tanggal 25 Oktober 2008 sampai dengan 1 November 2008. Turut menghadirkan sesi tanya jawab serta berbagai event promosi lainnya yang berhubungan dengan film.

Info lebih lanjut, dapat dilihat di 6th World Film Festival of Bangkok.

-Adjie-

24
Oct
08

Jibriel – Memecah Kesunyian

Dengan harapan untuk dapat memecah kesunyian, sesuai dengan judul albumnya, Band bernama Jibriel mencoba untuk memberikan suguhan musik mereka untuk meramaikan industri musik Indonesia. Melalui musik yang lebih kearah modern alternative rock bercampur japanese rock style, dengan tempo cepat terkadang medium dan slow, band ini menghadirkan 12 lagu terbaik mereka ditambah 1 lagu tambahan dalam paket CD dan kaset yang telah beredar dipasaran.

Band yang beranggotakan Ozzy (Vocal), Nara (Gitar/vocal latar), Zaindra (Gitar/keyboard/piano/vocal latar) dan Fahri “Ai” Albar (Drums) membuka album perdana mereka dengan lagu “Satu langkah lagi” yang lebih berirama rock n’roll dengan ritme punkrock kental, terutama pada bagian drum. Vokal Ozzy terdengar menonjol dan agak serak. lagu yang lumayan unik dengan permainan tempo yang agak tidak biasa dipakai oleh band-band Indonesia. “Dendam” yang menjadi lagu kedua memiliki intro yang kelam, sunyi dan terdengar stabil, tidak terlalu ngotot. Sepanjang lagu menghadirkan nuansa datar, sama sekali tidak menunjukkan suasana dendam, malah bisa dibilang lebih kearah kesepian. Secara keseluruhan, lagu ini gw rekomendasikan untuk di dengar.

Musik yang disuguhkan dalam album perdana Jibriel ini lumayan enak didengar dan nada-nadanya mudah dicerna, tidak terlalu ribet. Namun sayang, beberapa lagu malah terdengar sama karena tempo dan ketukan drum serta riff gitar yang serupa. Kalau ini dijadikan ciri khas oleh Jibriel, tentunya akan cepat bosan mendengarkan lagu-lagu mereka. Beberapa lagu ringan seperti “Bayang” memberikan kesan terlalu lunak bila dibandingkan dengan lagu-lagu lain. “Sinar” yang nge-rock tapi komersil, “Diakhir Waktu” yang awalnya terkesan bandel langsung turun tensinya begitu vokal masuk, untung masih dapat diselamatkan oleh reff yang lumayan kena dengan musiknya.

Yang gw khawatirkan ternyata benar-benar ada, Jibriel, sama seperti band-band cadas komersil Indonesia lainnya, membawakan lagu cinta yang mendayu-dayu, Uh, sesuatu yang bikin gw terus terang hilang selera. “Selalu Untuk Selamanya” benar-benar merusak keseluruhan isi album ini. kalau saja lagu ini diletakkan paling belakang, tentu kecewa sekali gw setelah mendengarkan seluruh album. Single “Raih” akhirnya terdengar. Lagu yang dijadikan single pertama ini bernuansa rock ala Jepang dengan melodi indah yang dibawakan dengan asik, didukung oleh ketukan drum yang stabil dan bass pengiring yang ntah kenapa dibeberapa bagian hilang begitu saja, tak terdengar. Vokal Ozzy dalam lagu ini sedikit mengingatkan gw dengan Hyde dan Gackt, dua vokalis asal Jepang.

Sisa lagu yang ada, seperti kata gw diawal-awal, terdengar mirip satu dengan yang lainnya. Juga eksplorasi vokal yang kurang. Masih tedengar sama. Untuk album perdana, Jibriel lumayan berhasil namun sayang mereka benar-benar terkesan sedang mencoba-coba pasar musik, kurang total dan ragu-ragu. Berbeda sekali dengan aksi panggung mereka yang beringas, garang dengan dandanan ala Visual Kei. 

-Adjie-

17
Oct
08

Max Payne

Tahun Rilis : 2008

Sutradara : John Moore

Pemain :

- Mark Wahlberg
- Mila Kunis
- Beau Bridges
- Chris Bridges

Film dibuka dengan flashback saat detektif Max Payne baru saja kembali dari tempatnya bekerja. Dia menemukan tubuh isterinya tergeletak diatas tempat tidur, tak bernyawa. Adegan lalu berpindah saat seorang petugas senior di kepoliasian sedang mengenalkan lingkungan markas kepolisan kepada seorang detektif baru. Khusus untuk adegan ini, sebenarnya sudah cukup dengan visualisasi dan narasi saja, penonton pasti sudah tau apa yang terjadi dengan isteri Max Payne, tapi mungkin sang sutradara berfikir kalau para penonton tidak bisa menangkap maksud dari visualisasi awal sehingga dia merasa perlu menghadirkan dua karakter numpang lewat itu di awal-awal film. Numpang lewat? ya benar-benar cuma numpang lewat, tidak muncul lagi sampai akhir film.

Suasana suram dibangun dengan sangat baik, ditambah musim salju yang menghadirkan butir-butir salju tipis. Sangat cocok untuk mewakili karakter Max Payne yang kesepian, sengaja mengucilkan diri, dan menjadi sosok yang bertindak semaunya, tanpa memikirkan dampak bagi orang-orang yang ada disekitarnya. Orang-orang terdekat yang peduli padanya. Penempatan efek visual yang dibangun dengan CGI juga pas porsinya, tidak berlebihan.

Yang paling mengecewakan adalah para pemain pendukung yang kurang maksimal. Akting dan ekspresi pas-pasan, dan kurang memperhatikan siapa yang seharusnya berperan sebagai siapa. Film ini juga sepertinya sedikit mengandalkan cameo seperti penyanyi dan model terkenal untuk menarik minat penonton. Lalu simbol-simbol dari beberapa logo game lain yang seakan-akan ingin menunjukkan kalau film ini berasal dari game. Logo-logo ini bertebaran sebagai pemanis latar belakang, entah itu sebagai coretan di dinding, atau grafiti yang cukup bagus digambar.

Selebihnya, film ini membosankan. Ada twist yang seharusnya bisa membuat alur menjadi lebih menarik, namun sayang tidak ditampilkan dengan cukup baik. Sedikit trivia, Ayo siapa yang bisa mencari tulisan “Ragnarok” di film ini. Hint : ada 2 tulisan, satu merah, dan satu putih :)

-Adjie-




 

October 2008
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Twitter Page

  • Send me photo and text messages from your iPhone/iPod! Download http://ffm.quik.ly/download and add me: RestuAdjie 4 hours ago
  • Buahahahaha..... RT @dianarakeren: kejatohan jambu aer... ouch, sakiiit T_T *usep2 ubun2* T_T 2 days ago
  • OMG! I just flirt with a girl I rarely met at college! 4 days ago
  • Wakakakaka.. 4 days ago
  • °º¤ø ¸„ø¤º°¨¨°º¤ø ¸„ø¤º°¨¨°º¤ø ¸„ø¤º°¨¨°º¤ø ¸„ø¤º°¨¨°º¤ø ¸„ø¤º°¨¨°º¤ø KEEP THE WAVE GOING „ø¤º°¨¨°º¤ø ¸„ø¤º°¨¨°º¤ø¸„ø¤º°¨¨°º¤ø ¸„ø¤º°¨¨°º¤ø, 4 days ago