Archive for December, 2008

31
Dec
08

Garden Party

garden_party_movie_poster-willa_holland

Tahun Rilis: 2008

Sutradara: Jason Freeland

Pemain: Vinessa Shaw, Willa Holland, Lisa Arturo, Jake Richardson, Jennifer Lawrence

Berusaha untuk mengejar impian dan cita-cita. Sebuah tema yang sudah banyak diangkat dalam berbagai macam film, namun yang satu ini tetap mendapat perhatian khusus karena memang cara penyampaiannya yang tepat. Menceritakan tentang Sammy,  seorang musisi putus sekolah yang menggelandang dan hanya bermodalkan sebuah gitar listrik yang selalu dibawa kemana-mana. Sammy cuma punya satu tujuan hidup, merekam lagu-lagu ciptaannya, untuk itulah dia selalu berpindah-pindah tempat dan kadang mengemis untuk mendapatkan uang agar dia bisa makan. Ada lagi April yang kabur dari rumah ayah angkatnya karena melihat gelagat tidak baik yang ditunjukkan sang ayah tiri. Lahir dari ibu yang pekerjaannya sebagai stripper, April sempat berfikir kalau jalan hidupnya tidak akan jauh dari ibunya. Menginap di rumah sepupunya yang lesbian, April mencoba untuk mencari pekerjaan sampai-sampai dia rela menjadi foto model bugil demi mendapatkan uang. Lain lagi kisah Nathan, seorang pemuda yang memiliki cita-cita untuk menjadi penari yang malah akhirnya berakhir dengan bekerja sebagai agen real estate. Bertiga, mereka memiliki impian yang berbeda namun berakhir dengan nasib yang sama. Akankah cahaya terang memberi mereka harapan?

Film ini memiliki basis cerita yang kuat dan diarahkan dengan baik oleh sang sutradara. Realita kehidupan yang benar-benar digambarkan dengan vulgar. Vulgar dalam artian blak-blakan dan apa adanya. Kesederhanaan yang justu membuat film ini bermakna. Para pemain yang kurang terkenal bukan berarti akting mereka pas-pasan. Mereka berhasil menunjukan kualitas akting mereka dengan baik. Memang tidak sempurna, namun terlihat alami dan tidak dibuat-buat.

Garden Party adalah sebutan bagi pesta kebun yang biasa dilakukan oleh anak-anak muda dan bahkan keluarga di Amerika. Biasanya mereka akan berkumpul-kumpul dan menikmati santapan daging panggang, hotdog, bir, dan sebagainya. Suasana kebersamaan itulah yang sepertinya hendak direalisasikan dalam film ini. Filmnya sendiri tidak berhubungan langsung dengan garden party, namun lebih kepada makna kebersamaan yang bisa dibilang saling membantu. Masing-masing karakter dalam cerita ini akan saling berinteraksi walau radinya mereka belum pernah mengenal satu sama lainnya. Takdir mempertemukan mereka dan akhirnya membuka mata mereka untuk kembali mengejar apa yang mereka cita-citakan sebelumnya. Ada satu karakter menarik bernama Todd yang menyia-nyiakan pacarnya hanya karena terobsesi oleh gambar dan film porno yang banyak bertebaran di internet. Todd tidak mengerti apa itu cinta, kesehariannya dihabiskan di depan komputer menjelajahi situs-situs porno tanpa sepengetahuan pacarnya dan bila ditanya jawabannya selalu sama, sedang melukis di studio. Suatu peristiwa mengenalkan Todd pada cinta yang telah menjadi obsesinya selama 10 tahun. Jawaban atas apa yang dicarinya selama ini.

Ada perasaan puas setelah menyaksikan film ini. Satu tontonan yang sayang kalau dilewatkan. Penasaran bagaimana para pencari mimpi ini mewujudkan cita-cita mereka? Tonton aja!

-Adjie-

19
Dec
08

Kerli – Love Is Dead

kerli-_love_is_dead-_album_cover

Tahun Rilis: 2008

Genre: Alternative Rock, Pop, Trip Hop, Gothic Rock, Industrial, Electronika.

Terasa bersemangat rasanya untuk mereview album perdana penyanyi asal Estonia ini. Selain memiliki warna musik yang unik, suaranya juga memiliki keunikan tersendiri. Siapakah gerangan Kerli yang bernama lengkap Kerli Koiv ini? Terlahir pada tahun 1987, Kerli memulai debut menyanyinya dengan mengikuti kontes-kontes menyanyi. Dengan keunikannya, Kerli berhasil mencuri perhatian dan akhirnya mendapat tawaran untuk merekam lagu-lagunya sendiri dan diedarkan secara luas. Album perdana Kerli yang berjudul Love Is Dead akhirnya dirilis pada bulan Juli 2008.

kerli-02

Album ini berisikan 13 tracks termasuk 1 bonus track yang bisa di download melalui iTunes. Keunikan album ini terletak pada melodi dan warna musik yang unik, memadukan sound-sound modern yang di dominasi elektronika dengan distorsi ringan dan terkadang simbal yang berisik perpaduan tekno dan pop dengan distorsi dan beat medium, aneh namun indah. Sebuah eksperimen yang lumayan berani dengan memperkenalkan berbagai jenis genre musik yang dicampur-aduk. Bila kamu pernah mendengarkan Bjork, mungkin akan mudah mengadaptasi musik Kerli. Bedanya Kerli dengan Bjork, Kerli lebih memiliki melodi dalam bernyanyi, walaupun kadang seperti terdengar fals yang membuat gw berfikir mungkin inilah ciri vokalnya. Beberapa vokal juga sedikit mengingatkan akan gaya bernyanyi Nelly Furtado. Unik, hanya kata itulah yang paling tepat menggambarkan bagaimana Kerli bernyanyi.

Beberapa lagu yang direkomandasikan dari album ini antara lain: I Want Nothing, Bulletproof, Creepshow, Walking On Air, dan tentu saja Love Is Dead yang dijadikan judul album ini.

-Adjie-

19
Dec
08

The All-American Rejects – When The World Comes Down

2949174622_c4d1f73cfe

Tahun Rilis:  2008

Genre: Alternative Rock, Pop Punk

Sudah lama sekali rasanya sejak mulut ini ikut menyanyikan Dirty Little Secret seiring dengan lantunan vokal Tyson Ritter.  Tiga tahun berlalu dan mereka kembali dengan album ketiganya, When The World Comes Down. Secara musikalitas tidak ada yang banyak berubah dari band ini, masih membawakan irama yang sama. Mereka belum menunjukkan perbedaan yang mencolok dari album sebelumnya. Kalau boleh dibilang, agak bosan dengan musik yang begitu-begitu saja. Ada sedikit perbaikan pada kualitas sound namun itu tidak cukup untuk menyebut album ini sesuatu yang baru dari mereka.  Jujur saja, sejak lagu pertama sampai ketiga terasa biasa saja. Dua tiga kali mengulang langsung bosan. Gives You Hell agak lumayan di kuping, iramanya old school. Yang menarik dari lagu ini adalah bagian koor yang sedikit memberi suasana baru. Salah satu eksperimen mereka kah? Yang jelas cukup berhasil.

Lagu kelima, Mona Lisa dibawakan dengan santai dengan lantunan gitar akustik yang dilatari oleh suara piano. Melodinya ringan namun indah. Bukan sesuatu yang biasa kamu dapatkan dari The All-American Rejects. Melalui lagu inilah baru ketahuan dari mana asal judul album diambil.

Lagu berjudul Breakin sedikit mengingatkan pada salah satu lagu dari band punkrock, Box Car Racer. Lucunya, pada bagian chorus malah lebih mirip Angels & Airwaves yang juga digawangi oleh orang yang sama dengan Box Car Racer.

Secara keseluruhan, album ini belum bisa dibilang album terbaik mereka. Album terbaru ya, terbaik? belum. Beberapa lagu yang direkomendasikan antara lain: Real World, Gives Me Hell, dan Another Heart Calls.

-Adjie-

14
Dec
08

Resident Evil: Degeneration

poster_residentevil-degeneraiton

Tahun Rilis: 2008

Sutradara: Makoto Kamiya

Resident Evil, atau biasa dikenal dengan Biohazard di Jepang merupakan game action yang sangat populer dikalangan gamer. Pemain ditunjuk sebagai agen khusus yang harus berhadapan dengan zombie yang berasal dari manusia yang terinfeksi oleh virus. Game ini begitu populernya sampai-sampai Hollywood mengangkatnya ke layar lebar. Tiga film telah dirilis. Trilogi yang diperankan oleh Mila Jovovic tersebut sempat sukses namun menuai banyak sekali kritik karena banyak karakter idola para gamer yang tidak diperkenalkan dalam film. Untuk itulah, pihak capcom memutuskan untuk membuat satu film yang diharapkan dapat memuaskan keinginan para penggemar, sekaligus untuk menyambut game terbaru, Resident Evil 5 yang akan dirilis dalam waktu dekat.

Film animasi yang didukung oleh CGI ini menceritakan tentang masa tujuh tahun setelah insiden di Racoon City. Menampilkan dua karakter utama Leon S. Kennedy dan Claire Redfield. Diceritakan kalau ternyata selain T-Virus, ada lagi satu virus yang mematikan bernama G-Virus. Sebuah perusahaan besar bernama WilPharma yang dipercaya untuk mengembangkan vaksin bertanggung jawab untuk segala hal yang berhubungan dengan virus tersebut.

Bagi yang tidak pernah memainkan gamenya atau hanya menyaksikan trilogi Resident Evil mungkin akan bingung akan apa yang sebenarnya terjadi karena terus terang film ini berhubungan langsung dengan game dan memiliki timeline yang berbeda dengan trilogi Resident Evil. Untuk mengerti film ini, dibutuhkan pengetahuan yang cukup mengenai gamenya atau kamu akan tersesat dan tidak tahu apa cerita film ini.

Yang bagus dari film ini adalah animasinya. Pergerakan tiap karakter dan benda-benda disekelilingnnya sangat halus dan terlihat realistis. Sayangnya ini tidak didukung dengan penggambaran ekspresi tiap-tiap karakter. Wajah mereka terlihat kaku. Hal lain yang agak mengganjal adalah postur yang kadang terlihat berat sebelah, tangan yang terlalu panjang, dan bahu yang terlalu besar. Adegan seperti saat Angela memegang senapan mesin juga terlihat janggal dan kaku. Cara memegang senjatanya tidak terlihat natural. Selebihnya, film ini lumayan memuaskan. Cerita tidak terlalu rumit dan pemecahan misteri juga lumayan memuaskan. Yang jadi poin minus film ini mungkin adalah penjelasan yang kurang mendetail seperti dari mana datangnya para zombie dan kenapa tiba-tiba bisa mengacau didalam bandara. Memang ada satu orang yang bertanggung jawab untuk insiden ini, namun bagaimana dia melakukannya tidak dijelaskan secara detail. Untuk sekedar hiburan, film ini boleh dijadikan pilihan.

-Adjie-

14
Dec
08

The Day The Earth Stood Still

day-the-earth-stood-still-poster-0

Tahun Rilis: 2008

Sutradara: Scott Derrickson

Pemain: Keanu Reeves, Jennifer Connelly, Jaden Smith

Sebuah film fiksi ilmiah yang kembali hadir meramaikan bioskop dunia. Diangkat dari film berjudul sama buatan tahun 1951 yang disutradarai oleh Robert Wise, menceritakan tentang makhluk ruang angkasa yang biasa disebut Alien yang datang kebumi untuk menyelamatkan bumi. Sayangnya yang dimaksud dengan menyelamatkan bumi disini adalah memusnahkan spesies manusia yang sudah beratus-ratus tahun menduduki bumi.

Berawal dari datangnya sebuah bola misterius dari langit yang jatuh di pegunungan di India. Seorang pendaki gunung berusaha mencari tahu apa yang terjadi. Sesaat kemudian dia tak sadarkan diri setelah sebelumnya melakukan kontak langsung dengan bola cahaya misterius tersebut. Adegan berganti beberapa tahun kemudian, di tahun 2008 saat seorang astrobiologis bernama Helen Benson didatangi oleh sekelompok orang yang sepertinya bekerja untuk badan pertahanan negara. Helen bukan satu-satunya pakar yang diminta untuk datang. Ada beberapa lagi selain Helen. Setelah mereka saling bertanya satu sama lainnya, akhirnya jelaslah apa yang terjadi. Sebuah bola misterius raksasa sedang mendekati bumi dan akan menghantam bumi dalam waktu kurang dari satu hari. Bola misterius yang mereka kira akan menghancurkan bumi ternyata adalah sebuah media seperti pesawat luar angkasa yang mengangkut Alien bernama Klaatu dan robot raksasanya, Gort.

Untuk sebuah film remake, The Day The Earth Stood Still lumayan berhasil, terutama dalam hal efek spesial yang tentu saja jauh lebih baik dari film aslinya ditahun 1851. Garis besar cerita tidak dirubah, hanya saja tema yang diangkat diganti. Kalau dulu penyebab Klaatu datang karena adanya perang dingin di bumi, sekarang diganti menjadi isu nuklir yang menyebabkan bumi perlahan-lahan terpolusi. Klaatu mewakili bangsanya, ditugaskan untuk membersihkan bumi dari manusia dan menyelamatkannya dari polusi yangdi timbulkan oleh umat manusia.

Karena film ini ingin tetap berpegang pada cerita aslinya, beberapa adegan jadi terlihat klise dan membosankan bagi beberapa orang. Wajar saja, karena hal seperti ini sudah lumrah terjadi untuk film-film hasil remake. Yang menbuat film ini menarik tentu karena pemain dan suguhan efek spesial yang gila-gilaan. Selebihnya, biasa saja, malah bisa dibilang tidak menghadirkan sesuatu yang baru. Hal ini kembali menimbulkan pertanyaan yang terus akan terulang, ada apa dengan dunia perfilman Hollywood? Sudah habiskah penulis berbakat mereka sehingga penonton terus menerus disuguhi oleh film-film remake, adaptasi komik atau novel, dan tak jarang adaptasi dari video game dan serial TV? Kemana kreatifitas mereka? Memang sulit kalau uang sudah berbicara. Apa saja yang sudah lebih dulu dikenal orang banyak dan cepat mendatangkan keunguntungan menjadi pilihan utama.

-Adjie-

12
Dec
08

Ong Bak 2

ong-bak-2-movie-posters-12

Tahun Rilis : 2008

Sutradara : Tony Jaa, Panna Rittrikrai

Pemain : Tony Jaa

Sudah lumayan lama nama Tony Jaa tidak terdengar dalam pentas film laga Thailand. Rupanya ada alasan dibalik hilangnya Tony Jaa, Aktor laga yang terkenal dengan Muay Thainya ini sedang menggarap sebuah film yang merupakan lanjutan dari filmnya sebelumnya, Ong Bak. Film yang diberi judul Ong Bak 2 ini adalah cerita lepas yang tidak berkaitan dengan film sebelumnya. Mengambil seting di masa Ayuthaya, masa kerajaan terbesar dalam sejarah Thailand. Cerita filmnya sendiri merupakan fiksi, dimana Ayuthaya hanya dijadikan latar belakang peristiwa yang terjadi dalam film ini.

Film debut pertama Tony Jaa sebagai sutradara ini sempat membawa beberapa permasalahan yang hampir membuat produksi film ini tidak berlanjut. Dana yang disediakan oleh Sahamongkol Film tidak mengucur karena Tony Jaa terlalu boros menggunakan budget. Akhirnya produksi film dihentikan. Film yang setengah jadi tersebut ditinggalkan oleh Tony Jaa. Tidak mau rugi karena sudah keluar banyak uang, akhirnya pihak Sahamongol Film bernegosiasi dengan managemen Tony Jaa sampai mencapai kesepakatan untuk melanjutkan film ini dengan menyerahkan kursi sutradara kepada Panna Rittrikrai. Dengan ditunjukknya sutradara baru, Tony Jaa hanya tinggal meneruskan perannya di film. Film tidak di shoot ulang melainkan dilanjutkan dari scene terakhir yang diambil olah Tony Jaa.

Film ini sendiri tidak menghadirkan sesuatu yang baru. Menit-menit awal film sudah dipenuhi oleh adegan laga. Cerita baru di perkenalkan dipertengahan film, itu pun bagai tempelan untuk mem-pause adegan laga yang lumayan berlebihan dan menghabiskan lebih dari separuh film. Untuk hitungan film action, Ong Bak 2 berhasil menghasilkan adegan-adegan laga yang indah. Beberapa modifikasi bela diri diperkenalkan oleh Tony Jaa. Yang patut diacungi jempol, Tony Jaa tidak menomor satukan Muay Thai. Dia banyak menggunakan bela diri lain seperti Kung-Fu, Kendo, Gulat, dll. Tony Jaa sendiri menciptakan satu bela diri khusus untuk film ini bernama Nattayuth yang merupakan gabungan dari Khon, tari tradisional Thailand, dan gerakan bela diri. Satu langkah yang lumayan patut diacungi jempol.

Terlepas dari semua adegan aksi yang disajikan dengan indah, film ini merupakan sebuah tontonan yang biasa dan tidak bisa mewakili cerita filmnya sendiri. Bagaikan menonton adegan aksi tanpa henti yang hanya di pause sejenak dengan secuil cerita. Kisah cinta yang harusnya akan lebih menarik untuk dikembangkan hanya berakhir menjadi sebuah adegan mubazir dan tidak bermakna. Desa petarung yang terletak di bukit burung garuda sempat menimbulkan motivasi untuk terus menonton film ini sampai habis, namun sayang emosi yang dibangun didesa ini kandas menjelang klimaks. Untuk sekedar tontonan menghibur, Ong Bak 2 lumayan berhasil, namun untuk sebuah tontonan yang mampu menghadirkan katarsis bagi penonton, sangat disayangkan gagal.

-Adjie-




 

December 2008
M T W T F S S
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Twitter Page

  • What I want is simple: you 2 days ago
  • I hate relying on people who don't even care of me. 1 week ago
  • I'm not that important to them, then fuck it! I'm on my own! People calling themselves friends, bullshit! 1 week ago
  • The moon and the sun are far from each other. The moon loves the sun, but the relationship will never happen. 3 weeks ago
  • Officially a Windows 7 user! 4 weeks ago