Archive for December 19th, 2008

19
Dec
08

Kerli – Love Is Dead

kerli-_love_is_dead-_album_cover

Tahun Rilis: 2008

Genre: Alternative Rock, Pop, Trip Hop, Gothic Rock, Industrial, Electronika.

Terasa bersemangat rasanya untuk mereview album perdana penyanyi asal Estonia ini. Selain memiliki warna musik yang unik, suaranya juga memiliki keunikan tersendiri. Siapakah gerangan Kerli yang bernama lengkap Kerli Koiv ini? Terlahir pada tahun 1987, Kerli memulai debut menyanyinya dengan mengikuti kontes-kontes menyanyi. Dengan keunikannya, Kerli berhasil mencuri perhatian dan akhirnya mendapat tawaran untuk merekam lagu-lagunya sendiri dan diedarkan secara luas. Album perdana Kerli yang berjudul Love Is Dead akhirnya dirilis pada bulan Juli 2008.

kerli-02

Album ini berisikan 13 tracks termasuk 1 bonus track yang bisa di download melalui iTunes. Keunikan album ini terletak pada melodi dan warna musik yang unik, memadukan sound-sound modern yang di dominasi elektronika dengan distorsi ringan dan terkadang simbal yang berisik perpaduan tekno dan pop dengan distorsi dan beat medium, aneh namun indah. Sebuah eksperimen yang lumayan berani dengan memperkenalkan berbagai jenis genre musik yang dicampur-aduk. Bila kamu pernah mendengarkan Bjork, mungkin akan mudah mengadaptasi musik Kerli. Bedanya Kerli dengan Bjork, Kerli lebih memiliki melodi dalam bernyanyi, walaupun kadang seperti terdengar fals yang membuat gw berfikir mungkin inilah ciri vokalnya. Beberapa vokal juga sedikit mengingatkan akan gaya bernyanyi Nelly Furtado. Unik, hanya kata itulah yang paling tepat menggambarkan bagaimana Kerli bernyanyi.

Beberapa lagu yang direkomandasikan dari album ini antara lain: I Want Nothing, Bulletproof, Creepshow, Walking On Air, dan tentu saja Love Is Dead yang dijadikan judul album ini.

-Adjie-

19
Dec
08

The All-American Rejects – When The World Comes Down

2949174622_c4d1f73cfe

Tahun Rilis:  2008

Genre: Alternative Rock, Pop Punk

Sudah lama sekali rasanya sejak mulut ini ikut menyanyikan Dirty Little Secret seiring dengan lantunan vokal Tyson Ritter.  Tiga tahun berlalu dan mereka kembali dengan album ketiganya, When The World Comes Down. Secara musikalitas tidak ada yang banyak berubah dari band ini, masih membawakan irama yang sama. Mereka belum menunjukkan perbedaan yang mencolok dari album sebelumnya. Kalau boleh dibilang, agak bosan dengan musik yang begitu-begitu saja. Ada sedikit perbaikan pada kualitas sound namun itu tidak cukup untuk menyebut album ini sesuatu yang baru dari mereka.  Jujur saja, sejak lagu pertama sampai ketiga terasa biasa saja. Dua tiga kali mengulang langsung bosan. Gives You Hell agak lumayan di kuping, iramanya old school. Yang menarik dari lagu ini adalah bagian koor yang sedikit memberi suasana baru. Salah satu eksperimen mereka kah? Yang jelas cukup berhasil.

Lagu kelima, Mona Lisa dibawakan dengan santai dengan lantunan gitar akustik yang dilatari oleh suara piano. Melodinya ringan namun indah. Bukan sesuatu yang biasa kamu dapatkan dari The All-American Rejects. Melalui lagu inilah baru ketahuan dari mana asal judul album diambil.

Lagu berjudul Breakin sedikit mengingatkan pada salah satu lagu dari band punkrock, Box Car Racer. Lucunya, pada bagian chorus malah lebih mirip Angels & Airwaves yang juga digawangi oleh orang yang sama dengan Box Car Racer.

Secara keseluruhan, album ini belum bisa dibilang album terbaik mereka. Album terbaru ya, terbaik? belum. Beberapa lagu yang direkomendasikan antara lain: Real World, Gives Me Hell, dan Another Heart Calls.

-Adjie-




 

December 2008
M T W T F S S
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Twitter Page