Archive for February, 2009

27
Feb
09

Street Fighter: The Legend of Chun Li

street-fighter-the-legend-of-chun-li-poster_332x490

Tahun rilis: 2009

Sutradara: Andrzej Bartkowiak

Pemain: Kristin Kreuk, Neal McDonough, Chris Klein, Michael Clarke Duncan, Taboo, Robin Shou, Moon Bloodgood

Di adaptasi dari game populer, Street Fighter untuk kedua kalinya diangkat kelayar lebar. Tokoh utama tidak lagi terfokus pada Guile, tapi Chun Li. Sebuah langkah yang berani untuk mengangkat kembali game ini ke layar lebar. Perlu diingatkan untuk tidak berekspektasi berlebihan sebelum pergi ke bioskop dan menonton film ini. Cerita berputar pada masa lalu Chun Li saat ayahnya diculik oleh pemimpin organisasi jahat bernama M. Bison. Ingatan pahit masa lalu itu terus terngiang-ngiang dikepalanya. Ibunya menjadi sakit-sakitan dan Chun Li tumbuh menjadi perempuan yang penuh rasa dendam. Jalan untuk membalas dendam mulai terbuka saat berbagai peristiwa menuntunnya menemui seorang ahli beladiri bernama Gen.

Entah apa yang salah dengan film ini. Plot terasa begitu membosankan dan agak berantakan disana-sini. proses editing tampaknya agak kurang diperhatikan. banyak adegan yang kurang begitu bagus transisinya. Efek-efek suara juga agak berlebihan, hal ini dapat dimengerti karena film ini diangkat dari game dan mungkin itu yang coba ditunjukkan oleh sang sutradara, menampilkan elemen-elemen dalam gamenya. Seperti biasa, untuk mengubah sebuah adaptasi menjadi lebih realistis, sang sutradara menggunakan kostum serba hitam dan tampilan natural untuk karakter-karakter penting dalam cerita ini. Berhasilkah? bisa dibilang gagal. Modifikasi mungkin masih bisa diterima, namun rombak total bukanlah sesuatu yang diharapkan oleh para penggemar game Street Fighter yang mungkin berekspektasi tinggi terhadap film ini.

Adegan perkelahian lumayan berhasil menghilangkan kebosanan menonton. koreografinya terlihat natural dan tidak kaku. Satu hal yang mengganggu adalah tokoh Chun Li dan Maya yang logatnya terlalu “bule” dalam penggunaan bahasa Mandarin dan Thai. Malah beberapa penonton tertawa saat tokoh Maya mengucapkan dialog dalam bahasa Thai.

Secara keseluruhan film ini bisa dibilang tidak menawarkan sesuatu yang wah. Cukup untuk penghibur bila memang tidak ada film lain yang bisa ditonton.

-Adjie-

08
Feb
09

Slumdog Millionaire

slumdog-millionaire-poster

Tahun rilis: 2008

Sutradara: Danny Boyle & Loveleen Tandan

Pemain: Dev Patel, Freida Pinto, Anil Kapoor, Irrfan Khan, Ayush Mahesh Khedekar, Tanay Chheda, Saurabh Shukla, Mahesh Manjreka.

Sebuah harapan yang dipupuk diatas rasa sakit dan luka yang dalam. Berjuang untuk dapat hidup dan menemukan cinta sejati. Jamal Malik,  seorang pemuda tanggung yang besar dalam lingkungan kumuh Mumbai,  India. Tinggal di perkampungan muslim, Jamal dan Salim, kakaknya hidup bersama sang ibu. Seperti layaknya anak-anak. Jamal dan Salim terkadang berbuat nakal dan membuat pusing ibunya. Tidak jarang juga mereka dikejar-kejar oleh polisi atau diberi hukuman oleh guru mereka. Kisah kelam bermula saat perkampungan mereka diserbu oleh sekelompok Hindu yang tidak suka akan keberadaan Muslim didaerah itu.  Ibu mereka menjadi korban kebrutalan dan meninggal seketika. Jamal dan Salim menjadi yatim piatu dan harus berjuang untuk hidup.

Pertemuan Jamal dengan Latika adalah awal dari sebuah kisah sedih yang mengundang simpati. Suka lebih sedikit dari pada duka. Salim yang merasa sebagai kakak mulai berbuat semena-mena dan selalu ingin dituruti setiap kemauannya. Beberapa kali Jamal harus mengalah dan menuruti setiap permintaan kakaknya. Kebencian perlahan timbul dalam hati Jamal. Salim yang sebenarnya sangat menyayangi adiknya, sayang setiap tindakannya selalu salah dan malah merugikan Jamal. Jamal pernah sekali kehilangan Latika dan saat kedua kalinya mereka harus berpisah, hubungan Jamal dengan Salim memburuk dan akhirnya Jamal hidup sendiri.

Perjuangan Jamal tidak berhenti sampai disitu. Melalui rekan kerjanya, Jamal mengetahui sebuah acara kuis yang sangat terkenal di India, Who Wants To Be A Millionaire. Jamal tahu kalau Latika menyukai acara ini. Melalui media ini lah Jamal berjuang untuk mengejar cinta pertamanya. Berbagai rintangan tentu saja berusaha menghalangi langkahnya. Fitnah, perlakuan semena-mena, pengkhianatan, tidak menghentikan langkah Jamal.

Pada awalnya tidak ada ekspektasi berlabihan sebelum menonton film ini. Ternyata hal tersebut malah berhasil membuat nilai film ini menonjol. Penceritaan dibawakan dengan baik dan terarah. Ada banyak hal-hal ganjil yang bisa dipertanyakan dan terlalu banyaknya kebetulan-kebetulan yang seakan-akan terlalu dipaksakan. Sebuah film tentang mimpi yang tidak menjual mimpi. Penggambaran suasana kumuh India sangat berkesan realistis. Buang jauh-jauh bayangan film India yang indah dengan tarian-tarian, kostum warna-warni, dan aktor serta artis yang selalu ingin terlihat bagus didepan kamera. Tidak ada karakter tampan yang selalu naik mobil sport mewah dan selalu berkacamata hitam. Tidak ada karakter cantik yang tinggal dirumah mewah lengkap dengan kehidupan jetsetnya. Yang ada hanya kenyataan yang sesungguhnya terjadi. Kehidupan yang hampir tidak pernah di ekspos oleh sineas-sineas lokal India.

Film ini bukan film sempurna, namun bukan berarti jelek. Ada beberapa hikmah yang bisa diambil. Cobalah duduk sejenak dan nikmati suguhan ini.

-Adjie-




 

February 2009
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

Twitter Page

Recent Comments

outSIDers solo city on Superman Is Dead – Angel…
Restu Aji Siswanto on Blink-182 Kembali & Siap M…
agung puja kusuma on Blink-182 Kembali & Siap M…
Mario on Kerli – Love Is Dea…
chika on Lesbian Vampire Killers