Tron: Legacy

Posted: Desember 29, 2010 in Ulasan Film
Tag:

Tahun rilis: 2010

sutradara: Joseph Kosinski

Pemain: Jeff Bridges, Garrett Hedlund, Bruce Boxleitner, Olivia Wilde, Michael Sheen, James Frain

Petualangan visual yang luar biasa! Itu yang diharapkan saat kaki mulai melangkah masuk ke dalam studio bisokop. Nafas agak tertahan saat logo Walt Disney muncul di layar. Ini dia! film akan dimulai! Sungguh penantian penuh harap akan hiburan visual spektakuler.

Tron: Legacy adalah sebuah film yang merupakan lanjutan dari film Tron produksi tahun 1982. Film yang pertama dulu, menurut sumber-sumber yang ada di internet, merupakan film yang sukses menghadirkan visual gaya baru untuk perfilman saat itu dengan cerita yang tidak biasa dan mendobrak. Tron: Legacy berusaha untuk menghadirkan kembali hype tersebut.

Kisah dibuka saat Kevin Flynn menemani anaknya, Sam sebelum tidur. Kevin menceritakan betapa hebatnya dunia digital dan potensi apa saja yang bisa dihasilkan oleh teknologi tersebut. Kevin juga berjanji suatu saat nanti akan mengajak Sam untuk melihat langsung dunia digital tersebut. Sayangnya, setelah malam itu, Kevin menghilang tanpa jejak. Kisah pun berlanjut dimana Sam telah dewasa.

Tron: Legacy sangat kuat dari segi visual, namun menjelang akhir justru berubah membosankan. Ditambah lagi kerangka cerita yang terlalu biasa dan dialog-dialog yang agak cheesy. Visual yang kuat dengan kisah yang lemah dapat membuat keseluruhan cerita menjadi kurang menarik untuk di ikuti. Untungnya musik yang dihadirkan oleh duo Daft Punk cukup sesuai dengan tema visual yang dihadirkan. Terselamatkanlah film ini. Hiburan yang biasa menjadi sedikit menarik untuk diikuti sampai selesai.

Aspek lain yang membuat penonton -khususnya pria- betah adalah kehadiran Quorra yang diperankan oleh Olivia Wilde. Karakter Quorra bisa dibilang sukses menjadi jembatan hubungan antara Kevin dan Sam meski harus diakui tanpa kehadirannya pun kisah masih bisa berlanjut, tapi bukankah film jenis ini akan garing tanpa kehadiran perempuan berbusana ketat? Ya!

CGI juga menjadi poin unggulan untuk Tron: Legacy. Hasil olah digital berhasil membuat Jeff Bridges kembali muda. Teknik yang di gunakan sama seperti saat kita melihat wajah Brad Pitt di tubuh bayi dan anak kecil dalam film Benjamin Button dengan menggunakan body double.  Sayangnya dibeberapa bagian masih terlihat kasar dan kurang sinkron.

Untuk yang bingung memilih antara menonton versi 2D atau 3D, disarankan untuk memilih versi 2D  karena jujur saja, versi 3D-nya tidak lebih baik dari versi 2D. Judul film ini pun seharusnya diganti saja menjadi; Flynn karena fokus cerita lebih kepada Flynn dan anaknya, Sam. Tron yang harusnya mendapat porsi lebih jadi hanya sekedar peran pembantu dan lebih banyak ditampilkan dengan menggunakan helm.

Secara keseluruhan, Tron: Legacy menjadi hiburan yang memanjakan mata namun kurang mengena di hati. Cerita begitu mudah ditebak khas Disney. Satu lagi ketidaknyamanan menonton adalah terlalu banyaknya spoiler yang di berikan melalui trailer film ini sendiri. Penonton dapat dengan mudah merangka ceritanya sebelum menonton. Tips menonton; turunkan ekspektasi anda dan film ini akan dapat anda nikmati.

-Adjie-

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s