Transformers: Dark of the Moon

Posted: Juli 9, 2011 in Ulasan Film

Tahun rilis: 2011
Sutradara: Michael Bay
Pemain: Shia LaBeouf, Rosie Huntington-Whiteley, Josh Duhamel, Tyrese Gibson, John Turturro, Patrick Dempsey, Ramon Rodriguez, Frances McDormand, John Malkovich, Lester Speight.

Dengan janji akan lebih baik dari film kedua, Transformers: Revenge of the Fallen yang menuai banyak kritik walaupun pendapatannya tidak begitu buruk, Michael Bay benar-benar habis-habisan untuk film Transformers ketiganya yang diberi judul Transformers: Dark of the Moon. Judul agak terdengar cheesy dan menimbulkan banyak spekulasi terutama di kalangan penggemar berat Transformers. Apa arti sebenarnya dari ‘Dark of the Moon”? Pertanyaan yang terungkap pada adegan awal film.

Dengan skala yang lebih besar dari dua film sebelumnya, Transformers: Dark of the Moon mengangkat tema pengiriman astronot Neil Armstrong untuk misi ke bulan pada tahun 1969 yang ternyata merupakan misi rahasia pihak Amerika Serikat untuk meneliti jatuhnya sebuah pesawat luar angkasa dan mendarat di bulan. Misi ini dirahasiakan dari publik dan baru terungkap setelah beberapa tahun kemudian (2011). Optimus Prime, pemimpin Autobots yang berjuang melindungi bumi bersama tim NEST dari serangan Decepticons pimpinan Megatron merasa dibohongi oleh pemerintah Amerika Serikat karena mereka menyimpan rahasia yang begitu penting darinya tanpa berbagi informasi. Dari sinilah dimulai sebuah misi baru untuk menghentikan kehancuran bumi. Sebuah misi yang sangat berat baik untuk Autobots maupun pihak bumi yang mengalami perpecahan.

Seperti yang sudah-sudah, film Michael Bay hanya memberikan sebuah plot sederhana dan sisanya, ledakan dimana-mana. Hampir separuh film berisi adegan aksi penuh ledakan. Drama lebih sedikit dan humor-humor berkurang, film ini lebih serius dibandingkan dengan dua film sebelumnya, dengan tema lebih gelap, banyak karakter yang mati, untunglah hadirnya karakter baru Carly yang diperankan oleh Rosie Huntington-Whiteley membawa sedikit kesegaran, ditambah lagi dengan gaya sinematografi Michael Bay yang tidak mau menyisakan setiap lekuk tubuh perempuan yang ada di filmnya. Hati-hati bila anda membawa anak anda menonton, siap-siap menutup mata mereka untuk beberapa adegan yang mengeksploitasi tubuh seksi Rosie.

Lebih besar bukan berati lebih baik, terbukti film ini walaupun menghadirkan banyak adegan aksi tapi hanya begitu-begitu saja. Formula tidak jauh beda dengan dua film sebelumnya, tidak ada peningkatan dalam hal kerangka film. Semua sama persis. Yang membuat beda hanya hadirnya beberapa karakter baru dan penggunaan kamera 3D yang berhasil menampilkan sinematografi yang indah. Disini, Michael Bay lebih sering mengambil gambar-gambar lebar untuk mengoptimalkan kamera 3D yang dipakai.

Secara keseluruhan film ini lebih baik dari film kedua, tapi tetap tidak memberikan kesan yang wah setelah menonton. It’s good but not great.

-Adjie-

About these ads
Komentar
  1. Armand mengatakan:

    Hey There. I found your weblog using msn. That is a very smartly written article.

    I will make sure to bookmark it and come back to learn more of your helpful info.

    Thank you for the post. I will certainly return.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s