Chocolate


Tahun Rilis : 2008

Genre : Action

Sutradara : Prachya Pinkaew

Pemain :

* Nicharee Vismistananda
* Ammara Siripong
* Hiroshi Abe
* Pongpat Wachirabunjong

Di Thailand ada kelompok gangster pimpinan No. 8 yang sangat ditakuti. No. 8 memiliki kekasih bernama Zin. kelompok pimpinan No. 8 itu juga terkenal sebagai rentenir yang selalu menagih uang tiada henti kepada peminjamnya. Suatu saat, ketika sedang bertransaksi dengan Yakuza Jepang bernama Masashi, terjadi konflik yang menyebabkan kedua kelompok ini berseteru. Perseteruan berakhir damai, dan No. 8 pergi meninggalkan Masashi dan anak buahnya.

Permasalahan tidak sampai disitu, secara diam-diam, Masashi dan Zin saling tertarik satu sama lain. Mereka secara diam-diam sering bertemu. Keduanya saling mencintai dan akhirnya No. 8 mengetahui hal ini. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, akhirnya Masashi dan Zin terpaksa berpisah.

Tahun berlalu, Zin melahirkan anak perempuan hasil hubungannya dengan Masashi, namun sangat disayangkan, anak perempuan yang diberi nama Zen ini menderita penyakit Autis. Bersama dengan Moom yang dipungut oleh Zin dijalan, mereka bertiga hidup normal dan rukun. Sampai suatu hari Moom menemukan catatan hutang Zin. Bersama Zen, Moom bermaksud untuk menagih hutang orang-orang yang namanya tercatat dibuku itu untuk membiayai pengobatan Zin yang mulai tua dan sakit-sakitan. Di tempat lain, No. 8 yang masih memendam dendam pada Zin tak mau tinggal diam.

Sebuah film bela diri gaya baru yang coba untuk dihadirkan oleh sutradara Prachya Pinkaew. Film ini menampilkan teknik-teknik bela diri yang sangat indah. Tokoh Zen disini digambarkan sebagai penderita Autis yang memilik berkah untuk mengadaptasi apa yang dilihatnya. Berbekal film-film bela diri Tony Jaa, Zen belajar bela diri secara otodidak. Kekurangan film ini mungkin ada di ke tidak konsistenan adegannya. Sebagai contoh, adalah timeline adegan Musashi yang rambutnya selalu berubah-ubah, kadang cepak, kadang agak panjang. Padahal kalau dirunut secara adegan, harusnya tidak seperti itu. Mungkin hal ini disebabkan jadwal shooting yang berubah-ubah, mengingat film ini juga melakukan pengambilan gambar di Jepang. Selebihnya, cerita klise yang standar. Untung saja koreografi pertarungannya digarap dengan baik, dan yang patut diacungi jempol adalah akting Nicharee Vismistananda yang melakukan sendiri semua adegan perkelahian. Salut.

-Adjie-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s