Remake.. Adaptasi… Apalagi Selanjutnya?


Perhatiin ngga kalo akhir-akhir ini industri perfilman Hollywood mulai sedikit gampang ditebak. Memang sih banyak film-film baru yang selalu rilis tiap tahunnya. Tapi apa benar semuanya itu baru?. Sekarang ini rata-rata kalo ngga film remake, pasti adaptasi komik/novel.

Uang adalah alasan utama kematian kreatifitas di dunia perfilman Hollywood. Para produser dan rumah produksi lebih memilih cerita-cerita yang cepat menghasilkan uang. Memang sih ini bagus, apalagi untuk para penggemar komik/novel yang akhirnya dapat melihat karakter kesukaan mereka muncul dilayar sinema. Tapi yang kasihan tentu saja penulis cerita original.

Produser dan rumah produksi lebih memilih untuk mem-film-kan sesuatu yang orang banyak sudah kenal. Orang sudah kenal sama dengan banyak penonton di bioskop. Banyak penonton sama dengan banyak pemasukan. Ini salah satu alasan mereka membuat film remake dan adaptasi. Belum lagi dengan tuntutan sekuel bila film yang mereka garap berhasil memasuki jajaran Box Office.

Lalu bagaimana nasib cerita-cerita original? ya, terpaksa disimpan dengan rapi dilemari. Beberapa film Asia sudah menjadi “menu wajib” remake oleh beberapa rumah produksi, bahkan sekarang mereka mulai merambah negara-negara lain, ini belum terhitung film-film Amerika sendiri yang diremake. Seakan belum puas dengan itu. Rumah-rumah produksi itu kini merambah dunia komik, setelah sebelumnya mereka sukses mengadaptasi novel-novel best seller. Lihat saja jajaran film tahun 2008 ini dan tahun 2009 yang akan datang. Rata-rata didominasi oleh film-film hasil adaptasi komik seperti Iron Man, Batman, Hellboy, Hulk, Wolverine, dll. Beberapa film tersebut sangat ditunggu-tunggu oleh para penggemar komik, termasuk gw, tapi tetap ada ketakutan sebelum menontonnya. Apakah filmnya akan sebagus ekspektasi gw? apa para pemerannya bisa menghayati peran mereka dengan baik? Ini yang selalu mejadi pertanyaan gw ketika menonton film-film yang diadaptasi dari komik/novel. Kita sudah tahu siapa tokoh utamanya, kita sudah tahu siapa musuhnya, dan lain sebagainya.

Tahun ini ada Shutter yang merupakan remake dari film Thailand. Sebentar lagi juga akan ada Quarantine yang merupakan remake dari film Spanyol [REQ]. Lalu ada lagi My Sassy Girl yang aslinya merupakan film Korea. Bagi yang sudah menonton film aslinya pasti mau ngga mau akan membanding-bandingkan.

Jadi kesimpulannya, uang tetap yang menjadi fokus utama dalam bisnis ini, apapun alasan mereka.

-Adjie-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s