L.A Light Indiefest Vol. 2


Tahun Rilis : 2008

Genre : Campuran

Perusahaan Rekaman : FFWD Records

Tracklist :

01. Monkey to Millionaire – Rules and Policy
02. Cigarettes Nation – (Curse of) the Downtown Dogs
03. Cascade – She Pretend
04. The Morning After – Quatro
05. Lipgloss – Mereka Sebut Timur
06. Tunas Bangsa Simphony – Love in Summer
07. Air Hostess for Vacation – A Call to
08. Wind Cries Mary – You’ve Got to Move on
09. Scared of Bums – Boring
10. Heinrich Manuever – Don’t Blame it
11. The Nylon – Sisakan Cintamu [Bonus Track]

Album kompilasi band indie yang merupakan lanjutan dari album kompilasi sejenis, L.A Light Indiefest. 10 lagu yang ada di album ini merupakan karya dari 10 band indie lokal yang berhasil lolos dalam kompetisi musik yang di gelar oleh L.A Light. Cukup menarik mendengarkan album ini, walau sempat membawa pikiran gw balik ke masa lalu saat album kompilasi indie lokal berjudul “Indie 10” dirilis. Album yang sangat fenomenal dan mampu mencetak band-band yang lantas memiliki popularitas masing-masing, seperti cokelat, Padi, Wong, dll.

Pertanyaannya sekarang bisa kah sejarah berulang? mampukah Indiefest ini menghasilkan band-band yang akan menorehkan nama mereka dalam kancah musik Indonesia? hanya waktu yang akan menjelaskan, karena terus terang aja, album Indiefest pertama aja gw belom sempet denger sama sekali.

Track pertama dibuka oleh Monkey to Milionaire yang membawakan lagu berbahasa Inggris. lagu yang lumayan catchy dengan ritme gitar yang asik, serta vokal yang menarik. Menuju track selanjutnya yang dibawakan oleh Cigarettes Nation membuat gw mulai menggerakkan kepala keatas dan kebawah. Irama retro, sound bass yang stabil, simbal yang garing dan melodi yang menawan. Lagu yang benar-benar membawa suasana lain, seakan kita sedang berada di bar Amerika tahun 60-an menikmati segelas bir dingin ditemani oleh kawan-kawan sepulang kerja. Memasuki track ketiga seakan dejavu kita kembali disuguhi intro gitar yang nyaris serupa dengan lagu pertama. lagu yang dibawakan oleh Cascade ini sangat bernuansa dunia mimpi. Bila kamu masih ingat satu band luar yang bernama “Mew” pasti langsung familiar dengan irama dan melodi seperti ini, apalagi ditambah warna vokal yang juga agak-agak mirip. track selanjutnya yang dibawakan oleh The Morning After dan Lipgloss juga tidak memberikan sesuatu yang berbeda, nyaris serupa tapi tak sama. Seakan-akan mendengarkan satu band yang sama.

Baru pada track yang dibawakan oleh Tunas Bangsa Simphony mulai terdengar nuansa yang beda. Lagu yang mengalun manis, ngga terdengar maksa, dan melodi yang lembut. Lagu yang membawa kita dalam suasana piknik 70-an ditaman penuh rumput hijau segar dan kebun bunga. Tensi terus naik saat Air Hostess for Vacation membawakan lagu mereka. Lagu yang lumayan unik, sedikit ada suasana disko namun kental dengan ritme gitar yang asik. Dan akhirnya Wind Cries Mary sukses menunjukkan jiwa rock’n roll mereka. Scared of Bums ngga mau kalah memberikan irama penuh semangat mereka dan menjadi satu-satunya band dialbum ini yang berani menampilkan tempo cepat namun stabil. Karena beda sendirilah yang membuat mereka unik di album ini. Sedikit ada Metal dan Punk, mereka layak jadi raja di album ini. Track terakhir dibawakan oleh Heinrich Manuever yang sayangnya malah menurunkan tensi yang sudah naik. Adalah sebuah kesalahan meletakkan mereka sebagai band penutup album ini, ditambah lagi bonus track yang dibawakan The Nylon, jujur aja, ini lagu bikin ngantuk.

-Adjie-

7 pemikiran pada “L.A Light Indiefest Vol. 2

  1. buat selera saya yg bagus cuman monkey to millionaires.. scare of bums dan… cigarettes nation…

    3 itu aja yg berkualitas.. yg laen nampang doang.. musiknya jadi fashion!

  2. Menurut gw dari sekian banyak band yang masuk yang paling cepet di tangkep sama teinga adalah CASCADE Coba deh dengerin

  3. waduhhhh…
    Bagus banget sih lagunya The morning After-quatro
    kalo bisa sediakan juga fotonya ….
    Sekarang aku lagi dengerin lagunya d’morning after.
    Good songs….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s