Prisa – Prisa [Selftitled Album]


Album solo pertama perempuan asal Jakarta bernama lengkap Prisa Adinda Arini Rianzi. Untuk yang tidak tahu siapa itu Prisa, dia adalah seorang gitaris perempuan Indonesia yang menjadi salah satu anggota Gitaris.com. Pengalaman bermusiknya lumayan banyak, dari panggung ke panggung, bahkan sempat rekaman, antara lain dengan grup band J-Rocks. Pernah tergabung dalam band Zala, dan Dead Squad, lalu juga Morning Star. Prisa sepertinya memiliki cukup pengalaman untuk akhirnya dapat melepas album solo perdananya ini.

Album yang mungkin menjadi penantian para penggemar Prisa yang biasa menyaksikan permainan gitarnya di panggung. Ada yang cukup jelas berbeda di album ini. Bila sebagian penggemar musik underground yang biasa melihat Prisa bersama Zala atau Dead Squad, mungkin perbedaan ini terasa jelas sekali. Namun bagi yang mengikuti Prisa semenjak Morning Star, mungkin ini adalah penantian panjang mereka untuk dapat mendengar suara merdu Prisa.

Album ini menghadirkan 10 buah lagu yang lebih dominan berirama sedang dan pelan. Dibuka dengan lagu Bunuh Saja, yang lebih banyak menampilkan sound gitar akustik, lagu disambung dengan distorsi ringan. Album ini banyak mengumbar cinta. Sound-sound manis, dan ritme-ritme sedang. Bisa dibilang album ini terlalu pop untuk seorang yang lebih banyak dikenal sebagai rocker, dan kalau boleh dibilang, beberapa lagunya malah mengingatkan pada penyanyi Vanessa Carlton, baik dari beberapa irama dan cara bernyanyi.

Yang bisa dibilang nge-rock, mungkin ada pada lagu Muka Dua. Lagu yang menampilkan distorsi gitar yang agak berat, tapi cuma sebatas awal-awal lagu saja. Rahasiaku adalah lagu yang bisa gw rekomendasikan. lagu ini memiliki beat drum yang asik, sound gitar akustik dan elektrik yang di komposisi dengan baik.

Satu hal yang bikin gw kurang sreg ada di lagu Maafkan Saya Sus …. Sudah berapa kali nama Joni dipakai dalam sebuah lagu di Indonesia? /rif, Netral, The Doctors, dan beberapa lagi yang tidak perlu gw sebutkan disini pernah memakainya. Seakan-akan tidak ada nama lain yang bisa dipakai untuk sebuah lagu selain Joni. Ah, come on! Kalau meminjam istilah gaul, “Basi Banget Deh Ah!”

Secara keseluruhan, ini belum menjadi album terbaik, namum memiliki potensi untuk menjadi lebih baik. Dan untuk Prisa, akhirnya dia bisa menunjukkan warna aslinya disini. Well, you cannot judge a book from it’s cover. Penampilan luar kadang berbeda dengan yang ada di dalam hati.

-Adjie-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s