Virgin Territory


Tahun Rilis : 2007

Sutradara : David Leland

Pemain :

– Hayden Christensen
– Mischa Barton
– Ryan Cartwright
– Christopher Egan
– Craig Parkinson
– Tim Roth

Sebuah film percintaan klasik dengan setting abad pertengahan yang menarik di tonton. Menceritakan Lorenzo, seorang pemuda yang selalu beruntung dalam berjudi. Suatu hari Lorenzo menang judi dari Gerbino, seorang bangsawan licik dan kejam. Karena tidak terima dikalahkan oleh Lorenzo, Gerbino dendam dan berniat membunuhnya.

Di tempat lain, ada seorang perempuan bernama Pampinea yang baru saja kehilangan ayahnya. Gerbino datang ke rumah Pampinea dan menagih hutang-hutang ayahnya semasa hidup. Karena tak punya uang sepeser pun, Gerbino menawarkan untuk menghapus semua hutangnya kalau Pampinea bersedia menikah dengannya.

Tema cerita memang klise, dan beberapa adegan juga tidak bisa dibilang baru, cuma sang sutradara berhasil meramu film ini dengan baik. Akting para pemainnya yang natural, dan penggabungan nuansa abad pertengahan dengan gaya masa sekarang.

Musik juga digarap dengan baik. Sedikit mengingatan pada film Marie Antoinnete yang memakai musik modern, Virgin Territory juga menggunakan komposisi yang serupa. Musik modern yang di hadirkan sepanjang film ini memberikan suasana tersendiri bagi siapa saja yang menonton.

Yang paling menarik adalah pesan dalam film ini yang mencoba untuk mengingatkan kepada penonton bahwa keperawanan merupakan hal yang sangat penting bagi seorang perempuan. Memberikan keperawanan kepada pemuda yang sangat di cintai adalah sesuatu hal yang sangat mulia dan suci. Sebuah penggambaran yang bertolak belakang di tunjukkan dalam film ini, dimana para biarawati yang sehari-hari tinggal di dalam biara di pedalaman yang seharusnya tidak memiliki nafsu duniawi, justru di buat haus belaian. Mereka begitu senang saat ada pemuda di dalam biara, dan hal-hal yang seharusnya tidak terjadi di dalam biara pun terjadi. Sementara itu, perempuan suci yang mempertahankan keperawanannya justru di tunjukkan melalui sosok perempuan kota yang akrab dengan pergaulan bebas. Sebuah pemutar-balikan situasi yang membuat film ini semakin menarik tentunya.

-Adjie-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s