Jibriel – Memecah Kesunyian


Dengan harapan untuk dapat memecah kesunyian, sesuai dengan judul albumnya, Band bernama Jibriel mencoba untuk memberikan suguhan musik mereka untuk meramaikan industri musik Indonesia. Melalui musik yang lebih kearah modern alternative rock bercampur japanese rock style, dengan tempo cepat terkadang medium dan slow, band ini menghadirkan 12 lagu terbaik mereka ditambah 1 lagu tambahan dalam paket CD dan kaset yang telah beredar dipasaran.

Band yang beranggotakan Ozzy (Vocal), Nara (Gitar/vocal latar), Zaindra (Gitar/keyboard/piano/vocal latar) dan Fahri “Ai” Albar (Drums) membuka album perdana mereka dengan lagu “Satu langkah lagi” yang lebih berirama rock n’roll dengan ritme punkrock kental, terutama pada bagian drum. Vokal Ozzy terdengar menonjol dan agak serak. lagu yang lumayan unik dengan permainan tempo yang agak tidak biasa dipakai oleh band-band Indonesia. “Dendam” yang menjadi lagu kedua memiliki intro yang kelam, sunyi dan terdengar stabil, tidak terlalu ngotot. Sepanjang lagu menghadirkan nuansa datar, sama sekali tidak menunjukkan suasana dendam, malah bisa dibilang lebih kearah kesepian. Secara keseluruhan, lagu ini gw rekomendasikan untuk di dengar.

Musik yang disuguhkan dalam album perdana Jibriel ini lumayan enak didengar dan nada-nadanya mudah dicerna, tidak terlalu ribet. Namun sayang, beberapa lagu malah terdengar sama karena tempo dan ketukan drum serta riff gitar yang serupa. Kalau ini dijadikan ciri khas oleh Jibriel, tentunya akan cepat bosan mendengarkan lagu-lagu mereka. Beberapa lagu ringan seperti “Bayang” memberikan kesan terlalu lunak bila dibandingkan dengan lagu-lagu lain. “Sinar” yang nge-rock tapi komersil, “Diakhir Waktu” yang awalnya terkesan bandel langsung turun tensinya begitu vokal masuk, untung masih dapat diselamatkan oleh reff yang lumayan kena dengan musiknya.

Yang gw khawatirkan ternyata benar-benar ada, Jibriel, sama seperti band-band cadas komersil Indonesia lainnya, membawakan lagu cinta yang mendayu-dayu, Uh, sesuatu yang bikin gw terus terang hilang selera. “Selalu Untuk Selamanya” benar-benar merusak keseluruhan isi album ini. kalau saja lagu ini diletakkan paling belakang, tentu kecewa sekali gw setelah mendengarkan seluruh album. Single “Raih” akhirnya terdengar. Lagu yang dijadikan single pertama ini bernuansa rock ala Jepang dengan melodi indah yang dibawakan dengan asik, didukung oleh ketukan drum yang stabil dan bass pengiring yang ntah kenapa dibeberapa bagian hilang begitu saja, tak terdengar. Vokal Ozzy dalam lagu ini sedikit mengingatkan gw dengan Hyde dan Gackt, dua vokalis asal Jepang.

Sisa lagu yang ada, seperti kata gw diawal-awal, terdengar mirip satu dengan yang lainnya. Juga eksplorasi vokal yang kurang. Masih tedengar sama. Untuk album perdana, Jibriel lumayan berhasil namun sayang mereka benar-benar terkesan sedang mencoba-coba pasar musik, kurang total dan ragu-ragu. Berbeda sekali dengan aksi panggung mereka yang beringas, garang dengan dandanan ala Visual Kei. 

-Adjie-

Satu pemikiran pada “Jibriel – Memecah Kesunyian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s