fiksi.


Tahun Rilis: 2008

Sutradarar: Mouly Surya

Pemain: Ladya Cheryl, Donny Alamsyah, Kinaryosih

Sebuah oleh-oleh yang gw dapat dalam 6th World Film Festival of Bangkok, 2008. Senang rasanya begitu melihat ada film Indonesia dalam daftar film-film yang berpartisipasi dalam event tahunan ini. fiksi., sebuah film karya sutradara Mouly Surya. Menceritakan kisah seorang remaja perempuan dengan kehidupan yang rumit. Menyaksikan ibunya sendiri bunuh diri membawa serta adiknya yang belum sempat lahir, Alisha, remaja perempuan itu, tumbuh menjadi pribadi yang kaku, kesepian, dan kurang kasih sayang.

Plot cerita cukup menarik, digambarkan dengan jelas bagaimana kurangnya Alisha dalam bersosialisasi dengan orang-orang disekitarnya, egois, dan penuh rasa penasaran yang berlebihan. Alisha memandang hidup dengan datar, sedatar ekspresi wajahnya yang tanpa emosi, kadang tersenyum. Sebuah senyum tipis yang manis, kadang licik dan penuh tipu muslihat. Sebuah karakter unik yang terbangun dari rasa sedih dan kesepian yang dalam. pribadi yang mencoba untuk mencari cinta dan rela melakukan apa saja agar orang yang dicintainya itu bahagia.

Film ini digarap dengan sangat baik. Sangat disayangkan alur cerita begitu mudah ditebak. Apa yang akan dilakukan oleh Alisha sangat tepat sesuai dengan prediksi gw. Tidak ada yang rumit dalam film ini kecuali sinematografi yang memang sepertinya bertujuan untuk membawa film ini ke ajang festival. Gambar-gambar yang memiliki arti dalam kebisuan, yang tanpa narasi pun sudah bisa ditangkap apa artinya. Khas film idealis non komersil. Hal yang agak menggangu adalah selalu hadirnya sosok-sosok gay dalam film yang melibatkan Joko Anwar. Entah kenapa Joko senang sekali memasukkan unsur ini dalam film. masih banyak hal lain yang lebih menarik ketimbang penggambaran seperti ini yang menurut pendapat pribadi gw, norak.

fiksi. denting, detik, bergeming dalam sepi, menantikan sebuah cinta yang tak mungkin dapat di genggam. mati adalah cara mengakhiri sebuah kisah dan kisah selalu memliki dua sisi yang berbeda. Kenapa harus terjebak dalam kesepian setiap mencari arti dari sepi itu sendiri. Mencintai memang tak harus memiliki, itu yang selalu ada dalam setiap kisah roman. Bila tak dapat memberikan yang terbaik kepada yang tercinta. apa cara terbaik untuk menyelesaikan semuanya?

Secara keseluruhan film ini sangat menarik. Entah makna apa yang bisa diambil dalam film ini, setiap orang memiliki persepsi yang berbeda menangkap pesan yang disampaikan melalui film ini.

-Adjie-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s