Ong Bak 2


ong-bak-2-movie-posters-12

Tahun Rilis : 2008

Sutradara : Tony Jaa, Panna Rittrikrai

Pemain : Tony Jaa

Sudah lumayan lama nama Tony Jaa tidak terdengar dalam pentas film laga Thailand. Rupanya ada alasan dibalik hilangnya Tony Jaa, Aktor laga yang terkenal dengan Muay Thainya ini sedang menggarap sebuah film yang merupakan lanjutan dari filmnya sebelumnya, Ong Bak. Film yang diberi judul Ong Bak 2 ini adalah cerita lepas yang tidak berkaitan dengan film sebelumnya. Mengambil seting di masa Ayuthaya, masa kerajaan terbesar dalam sejarah Thailand. Cerita filmnya sendiri merupakan fiksi, dimana Ayuthaya hanya dijadikan latar belakang peristiwa yang terjadi dalam film ini.

Film debut pertama Tony Jaa sebagai sutradara ini sempat membawa beberapa permasalahan yang hampir membuat produksi film ini tidak berlanjut. Dana yang disediakan oleh Sahamongkol Film tidak mengucur karena Tony Jaa terlalu boros menggunakan budget. Akhirnya produksi film dihentikan. Film yang setengah jadi tersebut ditinggalkan oleh Tony Jaa. Tidak mau rugi karena sudah keluar banyak uang, akhirnya pihak Sahamongol Film bernegosiasi dengan managemen Tony Jaa sampai mencapai kesepakatan untuk melanjutkan film ini dengan menyerahkan kursi sutradara kepada Panna Rittrikrai. Dengan ditunjukknya sutradara baru, Tony Jaa hanya tinggal meneruskan perannya di film. Film tidak di shoot ulang melainkan dilanjutkan dari scene terakhir yang diambil olah Tony Jaa.

Film ini sendiri tidak menghadirkan sesuatu yang baru. Menit-menit awal film sudah dipenuhi oleh adegan laga. Cerita baru di perkenalkan dipertengahan film, itu pun bagai tempelan untuk mem-pause adegan laga yang lumayan berlebihan dan menghabiskan lebih dari separuh film. Untuk hitungan film action, Ong Bak 2 berhasil menghasilkan adegan-adegan laga yang indah. Beberapa modifikasi bela diri diperkenalkan oleh Tony Jaa. Yang patut diacungi jempol, Tony Jaa tidak menomor satukan Muay Thai. Dia banyak menggunakan bela diri lain seperti Kung-Fu, Kendo, Gulat, dll. Tony Jaa sendiri menciptakan satu bela diri khusus untuk film ini bernama Nattayuth yang merupakan gabungan dari Khon, tari tradisional Thailand, dan gerakan bela diri. Satu langkah yang lumayan patut diacungi jempol.

Terlepas dari semua adegan aksi yang disajikan dengan indah, film ini merupakan sebuah tontonan yang biasa dan tidak bisa mewakili cerita filmnya sendiri. Bagaikan menonton adegan aksi tanpa henti yang hanya di pause sejenak dengan secuil cerita. Kisah cinta yang harusnya akan lebih menarik untuk dikembangkan hanya berakhir menjadi sebuah adegan mubazir dan tidak bermakna. Desa petarung yang terletak di bukit burung garuda sempat menimbulkan motivasi untuk terus menonton film ini sampai habis, namun sayang emosi yang dibangun didesa ini kandas menjelang klimaks. Untuk sekedar tontonan menghibur, Ong Bak 2 lumayan berhasil, namun untuk sebuah tontonan yang mampu menghadirkan katarsis bagi penonton, sangat disayangkan gagal.

-Adjie-

2 pemikiran pada “Ong Bak 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s