Watchmen


watchmenposterfinal

Tahun rilis: 2009

Sutradara:  Zack Snyder

Pemain: Malin Akerman, Billy Crudup, Matthew Goode, Carla Gugino, Jackie Earle Haley, Jeffrey Dean Morgan, Patrick Wilson

Perang antar negara, masing-masing ingin menunjukkan betapa hebatnya persenjataan mereka. Amerika dan Uni Soviet dilanda rasa cemas akan ancaman perang satu sama lain. Sekelompok manusia-manusia yang memiliki skill diatas manusia normal dibentuk untuk menjaga keamanan di Amerika sebagai dampak dari kekacauan dan krisis yang dialami oleh negara besar tersebut. Sebutlah mereka Minuteman. Semua berjalan baik sampai akhirnya timbul masalah.  Para jagoan tersebut satu-persatu tumbang dan kekacauan kembali melanda Amerika. Tidak beberapa lama kemudian dibentuklah Watchmen yang nasibnya tidak jauh beda dengan Minuteman, walau tidak setragis pendahulunya.

Diatas merupakan dasar plot film garapan sutradara Zack Snyder ini. Sebuah kisah yang diangkat dari komik karya Alan Moora dan Dave Gibbons. Sebuah kisah yang rumit, dan penuh unsur-unsur politik didalammnya. Kalau anda mengira kisah ini baik untuk ditonton oleh anak-anak, jangan sekali-sekali anda berfikiran seperti itu. Cerita komik bukan berarti untuk anak-anak. Film ini dipenuhi oleh adegan kekerasan yang walaupun sudah dikurangi agar tidak sekeras komiknya tetap saja tidak baik ditonton oleh anak-anak. Unsur-unsur politik menjadi alasan selanjutnya. Ceritanya lumayan berat dan rumit, penuh intrik dan tanda tanya.

Selain penuh kekerasan, film ini juga memiliki adegan sex yang cukup eksplisit, belum lagi penampilan Dr. Manhattan, salah satu karakter inti dalam film ini yang benar-benar polos tanpa sehelai benang pun. Unsur-unsur nude diperlihatkan jelas. Jadi sekali lagi, jika anda berniat mengajak anak anda menyaksikan film ini karena anda pikir ini film tentang jagoan-jagoan pemberantas kejahatan, urungkan niat tersebut.

Yang menarik dari film ini adalah kedalaman cerita dan karakterisasi yang baik. Setiap karakter memiliki masa lalu yang berbeda-beda yang pada akhirnya membentuk karakter mereka. Semua diceritakan dengan lumayan detail dalam adegan-adegan flashback. Penggunaan special effect juga menjadi primadona dalam film ini.

Film ini mencoba membawa pesan bahwa manusia tidak akan pernah berhenti menyakiti satu sama lainnya. Perang akan selalu ada, dan hidup dalam damai hanyalah indah dalam kisah-kisah dongeng. Kenyataan yang ada harus dihadapi, sepahit apapun itu.

-Adjie-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s