The Midnight Meat Train


Midnight_meat_train_ver2

Tahun rilis: 2008

Sutradara: Ryuhei Kitamura

Pemain: Bradley Cooper, Leslie Bibb, Brooke Shields, Roger Bart, Ted Raimi, Peter Jacobson, Barbara Eve Harris, Tony Curran, Vinnie Jones

Pulang malam memang kadang mengundang bahaya. Banyak ancaman seperti ditodong, dipalak, dicopet, bahkan diperkosa, tapi bagaimana kalau ancaman yang datang lebih mengerikan seperti mutilasi? Sungguh ngeri membayangkannya. Leon adalah seorang fotografer yang sedang merintis karir. Pekerjaannya sehari-hari hanya berkeliling kota untuk mencari momen yang bagus dan mengabadikannya. Kegagalan yang datang dari seorang pemerhati seni terkenal memacu semangatnya untuk lebih berani dalam mengambil foto. Leon berhasil mengabadikan kejadian kriminal para preman terhadap seorang perempuan di stasiun kereta bawah tanah. Merasa senang telah melakukan hal baik, Leon memotret perempuan itu sebelum si perempuan masuk ke dalam gerbong kereta. Keesokan harinya, Leon membaca berita tentang hilangnya seorang model yang ternyata adalah perempuan yang ditolongnya semalam. Melapor kepada polisi tidak ada gunanya, akhirnya Leon menyelidiki sendiri kasus ini. Penyelidikan akhirnya mengarah pada seorang pria berjas abu-abu misterius yang selalu terlihat menenteng sebuah tas.

Tema film seperti ini memang bukan hal yang baru, sudah banyak yang mengangkat kisah mutilasi terhadap manusia. Berbagai gambar sadis dan kejam diperlihatkan dengan jelas. Hampir setengah film di isi dengan adegan berdarah. Nyawa manusia bagai tak berharga sama sekali, begitu mudahnya mereka di bantai dengan kejam. Untuk yang tidak tahan dengan adegan-adegan sadis, disarankan untuk tidak menonton film ini.

Twist yang dihadirkan lumayan membuat film ini terlihat berbeda dengan film-film sejenis, namun disayangkan, alur cerita begitu mudah ditebak. Akhir cerita terkuak jelas sejak pertengahan film berjalan sehingga tidak ada lagi unsur kejutan. Semua mengalir halus dan mudah diprediksi.

Akting Vinnie Jones sebagai sang pembantai patut diacungi jempol. Lebih-lebih dengan tatapan dinginnya yang membuat buku kuduk berdiri. Berhasil menimbulkan kengerian. Secara keseluruhan, film ini lumayan menghibur.

-Adjie-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s