The Ramen Girl


3368347910_dbb4ba7e27_o

Tahun rilis: 2008

Sutradara: Robert Allan Ackerman

Pemain: Brittany Murphy, Toshiyuki Nishida, Tammy Blanchard, Sohee Park, Kimiko Yo, Renji Ishibashi

Butuh kematangan berfikir bagi Abby untuk pindah ke Jepang menyusul pacarnya. Tanpa bisa berbahasa Jepang, Abby tetap nekat dan bekerja pada perusahaan Jepang dimana kerjanya hanya duduk dan mengoreksi kata-kata bahasa Inggris yang salah. Tidak ada yang lebih membahagiakan Abby selain berada dekat dengan orang yang sangat disayanginya. Tapi apa yang Abby rasakan tidak dirasakan oleh pacarnya. Pacarnya merasa belum siap untuk tinggal bersama dan memutuskan untuk pergi. Patah hati, Abby jadi sering termenung sendiri di balkon apartemennya. Satu waktu, pandangannya terpaku pada restoran ramen -mie khas Jepang- dekat apartemennya. Abby merasakan sesuatu yang berbeda disana, kehangatan yang selama ini dia cari. Tersihir oleh rasa ramen, Abby kemudian memutuskan untuk belajar  membuat ramen dan berguru pada bapak penjual ramen. Proses ini ternyata tidak mudah, Abby harus menghadapi berbagai macam tantangan seperti perbedaan bahasa, kesalah-pahaman yang sering terjadi, dan yang paling hebat tentu saja datang dari si bapak penjual ramen itu sendiri.

Menarik memang. Film-film dengan tema makanan memang memiliki semacam penarik tersendiri bagi penonton. Terlebih lagi bila digambarkan dengan indah. The Ramen Girl bukan hanya berisi drama dan proses membuat ramen saja, namun juga aspek-aspek lain dari ramen itu sendiri. Ada beberapa filisofi dan sejarah ramen yang disinggung dalam film ini, juga bagaimana ramen digambarkan dapat merubah suasana hati siapapun yang memakannya. Semua itu tergantung dari apa yang sedang dirasakan sang pembuat ramen saat menyajikan hidangannya.

Interaksi antar pemain terlihat unik karena digunakanya dua bahasa, bahasa Inggris dan bahasa Jepang. Hal ini juga bisa membuat penonton tersenyum karena kelucuan yang timbul akibat kesalah-pahaman dalam mengartikan maksud perkataan satu sama lain. Selain menggambarkan kehidupan sehari-hari, film ini juga mengajarkan kepada kita agar jangan menganggap remeh sesuatu. Bila kita menginginkan sesuatu, maka kita harus berusaha dengan keras untuk mendapatkannya. Beberapa adegan terasa berlebihan, namun tidak sampai mengurangi kenikmatan menonton.

Drama kehidupan tentang keluarga yang dikemas dengan tema makanan menjadi hal yang menarik untuk disimak. Selain itu, mungkin anda merasa lapar dan ingin mencoba semangkuk ramen sehabis menonton.

-Adjie-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s