Prince of Persia: The Sands of Time


Tahun rilis: 2010

Sutradara: Mike Newell

Pemain: Jake Gyllenhaal, Ben Kingsley, Gemma Arterton, Alfred Molina

Berlari, melompati bangunan-bangunan dan terus berlari menghindari kejaran tentara Persia. Dastan, pangeran Persia yang di tuduh membunuh ayah angkatnya, sang raja Persia menjadi buronan nomor satu dan di buru.

Salah satu film adaptasi game yang di tunggu-tunggu baik oleh penggemar gamenya sendiri atau penggemar film yang ingin mematahkan pendapat bahwa film yang diangkat dari game tidak pernah bagus dan selalu gagal memenuhi apa yang seharusnya di tampilkan dalam film.

Dastan adalah seorang yatim piatu yang di angkat anak oleh raja Persia. Tumbuh diantara dua saudara angkat yang merupakan anak kandung sang raja tidak membuatnya berkecil hati. Terbukti setelah tumbuh dewasa, Dastan menjadi anak yang begitu di perhatikan oleh sang raja, dan kakak pertamanya.

Prince of Persia: The Sands of  Time terbukti menjadi salah satu film adaptasi game yang di eksekusi dengan baik. Aura petualangan memenuhi hampir separuh film. Aksi-aksi tarung pedang dan parkour di koreografikan dengan baik. Sayang untuk parkour, porsinya terlalu sedikit.

Ada sedikit perbedaan antara film dan game, namun tidak sampai mengurangi kenikmatan menonton. Yang sempat menjadi kekhawatiran adalah nama besar Walt Disney Studios. Kenapa? Seperti yang sudah kita tahu, film-film produksi mereka sebagian besar selalu berakhir bahagia. Begitu pula dengan Prince of Persia. Tenang, ini bukan spoiler, karena tidak ada plot penting yang akan di tulis disini. Pengaruh Disney sangat berdampak pada film yang seharusnya menampilkan aksi-aksi brutal. Pertarungan menjadi agak kurang “greget”, walaupun tetap seru. Setidaknya para orangtua yang membawa anak mereka menonton masih bisa sedikit lega dan tidak perlu terlalu khawatir.

Penampilan Jake Gyllenhaal yang berperan sebagai Dastan cukup berhasil mengintepretasikan sosok sang pangeran yang tampan sekaligus terampil dalam perkelahian. Sayang kesan hebatnya agak berkurang saat dia berbicara. Memang suara orang tidak bisa di ubah, sudah dari sananya begitu ya apa mau di kata, asal aktingnya bagus, pasti bagian minusnya bisa tertutupi. Alfred Molina pun bisa pas di sulat menjadi orang Arab. Yang agak sedikit menggangu mungkin Gemma Artenton yang berperan sebagai Putri Tamina, sang penjaga belati. Kesan Inggrisnya masih kental bila di bandingkan dengan aktor Inggris lain yang bermain di film ini.

Meski memilki penyelesaian cerita yang mengecewakan, Prince of Persia: The Sands of  Time kini resmi masuk dalam daftar film adaptasi game yang berhasil diangkat ke layar lebar. Sebuah daftar yang sedikit sebenarnya, namun memberikan harapan dan tentu saja keinginan untuk menyaksikan film-film adaptasi game lain di kemudian hari.

-Adjie-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s