The Seaside Motel


Tahun rilis: 2010

Sutradara: Kentaro Moriya

Pemain: Toma Ikuta, Kumiko Aso, Takayuki Yamada, Tetsuji Tamayama, Riko Narumi, Arata Furuta, Yoichi Nukumizu, Hijiri Kojima, Tetsuhiro Ikeda, Tokio Emoto, Mami Yamasaki.

 

Waktu pertama membaca judul film ini, terbayang filmnya akan mengambil suasana tepi pantai, gadis-gadis berbikini, dan visualisasi motel pinggir laut dengan berbagai panorama pantainya. Begitu film dimulai, mulai timbul pertanyaan ‘kenapa settingnya lokasi pegunungan?’ Pertanyaan sama yang ditanyakan oleh para tokoh yang ada di film ini.

Di bawakan dengan gaya non-linear, film komedi satir ini mampu menghadirkan sebuah hiburan tentang hidup. Penonton diajak untuk menertawakan kisah hidup para tokoh di film ini walaupun kebanyakan dari kelucuan ini timbul dari kesedihan yang miris dan ironis. Bukankah memang sudah naluri manusia untuk menertawakan kemalangan orang lain?

Cerita berpusat pada seorang salesman kosmetik palsu bernama Masayuki Kameda, pekerjaan mengharuskannya berkeliling kota untuk menjual kosmetik. Bekerja di bawah tekanan boss dan hati nuraninya yang merasa bersalah setiap berhasil menjual kosmetik, Masayuki mendambakan hidup damai penuh cinta seperti foto pasangan yang berangkulan  di tepi pantai yang terpajang di dinding kamar motel.

Selain Masayuki, ada beberapa lagi penyewa kamar motel seperti Yosuke Asakura, seorang penjudi yang berhutang pada Yakuza, Arata Furuta, seorang pemilik toko diskon yang sengaja berlibur bersama isterinya untuk menciptakan mood bercinta, dan Tatsuya Ishizuka yang merencanakan rencana licik untuk tidur bersama Marina, gadis dari klub kabaret yang baru dikenalnya beberapa bulan.

Sekedar iseng atau memang niat menonton, film ini cukup menghibur. Percintaan, mimpi, harapan, pengkhianatan di kemas menarik dengan dialog-dialognya tidak terlalu panjang. Perasaan sedih, bahagia, romantis, dan malang di rangkum jadi satu. Sebuah kebahagian yang miris dan membuat anda berpikir begitulah hidup semuanya hanya bisa di rencanakan tanpa bisa di prediksi apa yang akan terjadi selanjutnya. Kata kuncinya adalah waktu dan kesabaran.

-Adjie-

Satu pemikiran pada “The Seaside Motel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s