Green Lantern


Tahun rilis: 2011
Sutradara: Martin Campbell
Pemain: Ryan Reynolds, Blake Lively, Peter Sarsgaard, Mark Strong, Tim Robbins, Temuera Morrison, Taika Waititi, Jenna Craig, Angela Bassett, Jay O. Sanders, Gattlin Griffith.

Setelah terlalu lama mentok di karakter Batman dan Superman, lalu proyek-proyek lain seperti film Wonder Woman, The Flash, bahkan Justice League of America yang tidak kunjung jelas kelanjutannya, DC akhirnya memberanikan diri untuk mengangkat superhero lain mereka ke layar lebar; Green Lanten.

Tentu pertama kali mendengar berita ini, sebagai penggemar komik superhero, ada perasaan senang, terlebih lagi akhir-akhir ini superhero komik yang diangkat yang itu-itu saja, bahkan ada beberapa yang rencananya akan di reboot (buat ulang). Ekspektasi sengaja direndahkan karena Green Lantern memang baru pertama kali diangkat kelayar lebar, sayang dengan ekspektasi rendahpun film ini masih terlihat biasa-biasa saja.

Green Lantern mungkin merupakan superhero yang sulit untuk diadaptasi menjadi film berdurasi satu atau dua jam karena Green Lantern bukan hanya fokus pada satu orang saja, tapi keseluruhan korps yang terdiri dari beberapa species dari planet-planet lain di jagat raya, bisa dibilang seperti polisi antariksa. Memang karakter utama adalah Hal Jordan, Green Lantern yang berasal dari bumi, tapi hal ini malah menjadi bumerang bagi sang sutradara. Awal film fokus pada Hal Jordan, lalu beralih pada Korps Green Lantern, lalu ada Hector Hammond yang terkontaminasi oleh Parallax, terakhir Korps Green Lantern harus menghadapi serangan Parallax. Semua dicampur aduk menjadi satu film sehingga beberapa bagian menjadi terlihat hanya sekedar tempelan untuk mengisi kekosongan.

Dengan cerita yang biasa saja, akting para pemain utama  dan karakter-karakter pendukungnya yang kurang digali lebih dalam, Green Lantern menjadi film superhero yang tidak heroik. Plot seperti ini yang sudah bukan hal baru dalam film superhero harusnya bisa dibuat lebih menarik. Untung saja semua kekurangan itu berhasil ditutupi oleh efek spesial yang bagus, setidaknya ini adalah salah satu keunggulan film ini. DC harus belajar lebih banyak dari Marvel yang sudah dua tahun ini memproduksi film-film superhero mereka dengan plot standar namun dikemas secara baik dan menarik untuk ditonton.

Berpotensi untuk dibuat lanjutannya? Melihat dari pendapatan tayangnya yang dibawah Thor dan X-Men: First Class – dua film Marvel yang tayang hampir bersamaan-, agak sulit diprediksi. Jangan beranjak dari kursi anda setelah credit  selesai karena ada secret ending diakhir pemutaran.

-Adjie-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s