5 cm.


Image

Tanggal rilis: Desember 2012
Sutradara: Rizal Mantovani
Pemain: Herjunot Ali, Fedi Nuril, Pevita Pearce, Saykoji, Denny Sumargo, Raline Shah

“Setiap kamu punya mimpi atau keinginan atau cita-cita, kamu taruh di sini, di depan kening kamu… jangan menempel. Biarkan…”

“Dia….”

“Menggantung…”

“Mengambang… “

“5 centimeter.. di depan kening kamu…”

“Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu”

Kutipan diatas merupakan filosofi yang ditulis oleh Donny Dhirgantoro, penulis novel berjudul 5 cm., yang menginspirasikan dibuatnya film ini. Penulis ingin meyakinkan kepada pembaca agar selalu mengingat apa yang anda cita-citakan, mimpi-mimpi dan keinginan anda. Sebuah filosofi yang dapat memotivasi diri agar selalu berusaha sekuat tenaga mengejar hal-hal yang ingin kita wujudkan.

Film bercerita tentang persahabatan lima remaja; Genta, Arial, Riani, Zafran dan Ian yang saking dekatnya sampai-sampai mereka sering sekali menghabiskan waktu bersama-sama. Kehidupan mereka seakan hanya berputar ditempat yang sama, dengan orang-orang yang sama. Hal ini yang lalu menimbulkan kejenuhan pada diri Genta, sehingga diputuskan ide agar mereka berpisah dulu untuk sementara waktu dari rutinitas mereka. Tidak ada saling kontak, tidak ada saling bicara dan lain sebagainya hingga batas waktu yang telah ditentukan, sampai nanti Genta akan mengumpulkan mereka semua untuk melakukan sebuah petualangan bersama yang tidak akan pernah mereka lupakan seumur hidup.

Image

Kekuatan utama film ini adalah sinematografi lansekap yang indah sekali, berhasil menggambarkan keindahan alam Indonesia baik keindahan secara visual, ataupun kengerian pada momen-momen tertentu. Kekaguman pada alam Indonesia yang begitu kaya muncul dengan sendirinya. Dari segi ceritapun film ini lumayan mudah dinikmati, terutama untuk mereka yang telah terlebih dahulu membaca bukunya, mungkin ada beberapa detil yang tidak ditampilkan dalam film, namun justru membuat filmnya lebih mudah diterima oleh penonton awam. Secara keseluruhan, film tidak terlalu melenceng jauh dari bukunya. Selain itu, adegan pendakian terlihat sangat nyata karena memang para pemain berada dilokasi dan kelelahan yang terlihat merupakan ekspresi asli dari setiap pemain, bukan sesuatu yang dibuat-buat. Acungan jempol saya berikan untuk akting yang baik dalam kondisi pengambilan gambar yang melelahkan.

Untuk anda yang butuh tontonan segar ditengah hiruk pikuk drama percintaan, kisah persahabatan 5 sekawan ini cocok dijadikan pilihan tontonan. Berkualitas dan tidak mengecewakan.

-Adjie-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s