May Nhai.. Fai Raeng Fer (May Who?) – Semangat mengejar cinta!


maxresdefault

“Dalam olahraga lari estafet, kamu harus melihat orang yang ada dibelakangmu sebelum menerima tongkat, agar seakan kamu bisa merasakan semangat orang tersebut dan mulai berlari menyelesaikan apa yang dimulainya”

Pong (diperankan oleh Thiti Mahayotharak) adalah remaja SMA yang sederhana dan sedikit anti-sosial. Kehadirannya di sekolah tidak begitu menonjol, dan kadang terlewatkan begitu saja. Pong adalah tipe anak sekolahan yang selalu menjadi korban bully dan tidak pernah melawan bila hal itu terjadi. Bakat paling menonjol yang dimilikinya adalah mengambar komik. Sebagian besar komik buatan Pong terinspirasi dari seorang murid perempuan sekelasnya yang bernama Mink (diperankan oleh Nareekul Katepraphakorn). Ya, Pong jatuh cinta pada pemimpin grup sorak yang menjadi idola di sekolahnya itu.

Komik-komik yang digambar oleh Pong adalah semacam jurnal harian yang menceritakan tentang keseharian Mink disekolah, dicampur dengan bumbu-bumbu fiksi yang kadang lebay, penuh imaginasi dan agak kelewatan. Hal ini kemudian menjadi masalah besar setelah tanpa sengaja, buku yang berisi komik Mink versi cabul, tertukar dengan buku pelajaran karena memiliki warna sampul yang sama. May (diperankan oleh Sutatta Udomsilp) yang kebagian tugas untuk mengambil buku-buku yang dikumpul tersebut dan membagikannya kepada teman-teman sekelasnya, tanpa sengaja memberikan buku tak bernama yang berisi komik cabul milik Pong kepada Mink karena ada nama ‘Mink’ didalamnya. Pong yang berusaha mengambil kembali bukunya, mendapati Mink dan teman-temannya sedang membaca komik cabul tersebut. Alhasil, Mink yang langsung tahu siapa yang mengambar komik cabulnya, langsung melemparkan buku tersebut ke wajah Pong, yang lantas kabur karena malu.

Pong yang kesal dengan May, tanpa sengaja mengetahui rahasia gadis itu, saat dirinya hendak melabrak. May ternyata memiliki kelainan genetik yang membuat tubuhnya mengeluarkan aliran listrik bila merasa cemas, kaget, takut atau terlalu senang. Listrik ini muncul bila detak jantung May berdetak dengan cepat. Pong yang awalnya menyalahkan May karena membuat Mink jadi membencinya, akhirnya merasa simpati dan keduanya malah menjadi sahabat. Bahkan Pong membantu May untuk mendekati Fame (diperankan oleh Thanapob Leeratanakajorn), seorang atlet idola di sekolah, sekaligus kakak kelas yang sangat disukai May.

May Nhai menghadirkan sebuah hiburan yang segar, penuh energi dan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari remaja Thailand. Film yang disutradarai oleh Chayanop Boonpakob, yang sebelumnya menyutradarai film hit SuckSeed ini, menghadirkan pengalaman sinematografi yang berbeda dengan karya sebelumnya. Chayanop mengabungkan adegan-adegan nyata dengan animasi 3D. Berbeda dengan SuckSeed, animasi 3D yang dihadirkan di May Nhai bukan sekedar tempelan, namun merupakan bagian dari kisah keseluruhan filmnya itu sendiri.

Film yang diundur penayangannya karena para pemain utamanya terlibat kasus di Jepang ini, menampilkan komedi yang sangat komikal, yang jujur, jadi agak aneh bila diaplikasikan dalam format gambar bergerak seperti film. Beberapa adegan juga sangat berlebihan. Joke-jokenya pun bukanlah sesuatu yang baru. Bila kamu pernah menonton SuckSeed, formula yang digunakan oleh Chayanop sangat serupa dan nyaris tidak ada hal baru yang menonjol, sehingga membuat element of surprisenya berkurang. Tidak ada adegan-adegan yang memorable disini. Walau begitu, akting para pemainnya, walaupun biasa saja dan kadang kaku, dibawakan dengan jenaka, sehingga menjadi menarik dan lucu.

Secara keseluruhan, May Nhai bisa menjadi hiburan pengisi waktu dan beberapa adegannya cukup berhasil memancing tawa, namun sayangnya, banyak humor-humor ala Thailand yang hanya dapat dipahami bila kita mengerti bahasa dan budaya Thai. Tapi jangan khawatir, ceritanya ringan dan mudah dipahami. Lagu original soundtracknya juga jenaka dan sangat catchy. Jadi, sudah siap tersengat listrik May Nhai? Ayo, ajak teman-temanmu nonton di bioskop!

-Adjie-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s