Star Wars: The Force Awakens – Nostalgia Petualangan Luar Angkasa


The Force Awakens

Melihat kebelakang, Star Wars terakhir kali muncul di bioskop 10 tahun yang lalu, melalui film terakhirnya ‘Star Wars: Revenge of the Fallen’ (2005), bahkan melihat lagi jauh kebelakang, trilogi asli film ini terakhir kali diputar di bioskop 32 tahun yang lalu melalui ‘Star Wars: Return of the Jedi’ (1983). Sebuah franchise tua yang hingga saat ini masih memiliki basis penggemar besar di seluruh dunia.

Hal ini tentu menjadi beban berat bagi JJ Abrams yang sebelumnya menyutradarai ‘Star Trek’, sebuah franchise petualangan luar angkasa yang juga memiliki basis penggemar yang besar. Seperti yang umum diketahui, kedua franchise ini memiliki penggemar-penggemar fanatik yang selalu saling berseberangan. Jadi wajar bila pemilihan JJ Abrams sempat menjadi kontroversi, yang akhirnya dijawab dengan film Star Wars seutuhnya yang lengkap menghadirkan esensi asli dari kisah perseteruan antara Jedi dan Sith ini.

Star Wars: The Force Awakens, mengambil tema pencarian Jedi terakhir yang menghilang selama 30 tahun. Seperti yang sudah umum diketahui, Jedi terakhir ini adalah Luke Skywalker. Film dibuka dengan adegan yang bertempat di sebuah desa di planet Jakku, dimana seorang pilot Resistance, pasukan militer Republic, bernama Poe Dameron (diperankan oleh Oscar Isaac) sedang menemui pemimpin desa bernama Lor San Tekka (diperankan oleh Max von Sydow) untuk mengambil sebuah benda yang berisikan peta keberadaan Luke Skywalker.

Pertemuan ini terganggu dengan hadirnya pasukan First Order, yang merupakan penerus dari Galactic Empire, yang memporak-porandakan desa tersebut. Doe berhasil mengamankan peta dalam android miliknya, BB-8 sebelum ditangkap. Penyerangan ini dipimpin oleh seorang sosok misterius bertopeng, Kylo Ren (diperankan oleh Adam Driver) yang memiliki sebuah lightsaber unik berwarna merah.

Cerita berlanjut. Seorang yatim piatu bernama Rey (diperankan oleh Daisy Ridley) berjuang untuk hidup dengan cara mengumpulkan onderdil dari rongsokan pesawat dan mesin perang sisa-sisa perang dimasa lalu. Rey harus melakukan ini setiap hari agar dapat makan dan bertahan hidup. Semua ini berubah ketika tanpa sengaja, Rey menyelamatkan BB-8 yang hendak dibawa oleh sesama pengumpul rongsokan.

Ditempat lain, Doe yang ditahan oleh Kylo Ren di Starkiller base, markas besar First Order, diselamatkan oleh seorang Stormtrooper bernama FN-2187 (diperankan oleh John Boyega), yang entah bagaimana, berhasil menghilangkan pengaruh program cuci otak First Order dan mendapatkan kembali kesadarannya. Berdua, mereka melarikan diri dengan menggunakan TIE fighter. FN-2187 yang tidak mengetahui asal-usul dan nama aslinya, lalu diberikan sebuah nama “Finn” oleh Doe, yang langsung disambut gembira olehnya.

Oke, cukup sampai disitu, ya. Kami berusaha untuk memberikan sebuah ulasan yang tidak mengandung spoiler, karena sayang sekali bila film sebagus ini diketahui plotnya sebelum menonton di bioskop. Salut, deh dengan Disney yang berhasil menjaga kerahasiaan film ini hingga hari penayangan. Ya, walaupun ada beberapa kebocoran yang terjadi dan menyebar melalui jaringan internet, sebuah hal yang sulit dihindari dewasa ini.

Secara garis besar, Star Wars: The Force Awakens mengingatkan penonton pada ‘Star Wars: A New Hope’. Jelas sekali JJ Abrams bermain aman disini, dan justru ini yang kemudian membuat film ini terasa sekali Star Wars-nya. Dari awal film dimulai, hingga keseluruhan visualisasi yang ditampilkan, tidak diragukan lagi, ini adalah film Star Wars yang telah dikenal selama bertahun-tahun oleh penggemar-penggemar setianya.

Tidak banyak easter eggs yang ditampilkan pada Star Wars: The Force Awakens, karena keseluruhan film ini sendiri merupakan satu easter eggs besar yang membawa nostalgia petualangan luar angkasa yang megah. Untuk kamu yang teliti, raut wajah Oscar Isaac ketika memakai helm pilotnya mengingatkan kita pada Luke Skywalker, entah sebuah kebetulan, atau memang disengaja. Lalu ada juga cameo dari aktor Daniel Craig (James Bond) yang berperan sebagai salah satu Stormtrooper yang tampil dalam satu adegan bersama Daisy Ridley, dan masih banyak lagi.

Oke, deh. sepertinya cukup segini saja ulasannya, karena memang kami sengaja tidak ingin memberikan terlalu banyak. Film seperti ini memang harus dinikmati di bioskop dengan informasi sekecil mungkin untuk mendapatkan pengalaman menonton sepenuhnya. Sekedar saran saja, ada baiknya untuk menonton film-film terdahulu, ya minimal trilogi aslinya (Episode IV, V, VI), karena beberapa adegan bisa jadi sangat membingungkan bagi kamu yang belum pernah menonton Star Wars.

Oh, iya, hampir lupa. trio The Raid, Yayan Ruhian, Iko Uwais dan Cecep Arif Rahman, tampil sebentar sebagai Tasu Leech, Razoo Qin-Fee dan Crokind Sand, yang merupakan anggota organisasi kriminal Kanjiklub, dalam satu adegan bersama Han Solo (Harrison Ford) dan Chewbacca (Peter Mayhew). Tapi jangan terlalu ber-eskpektasi tinggi, peran mereka tidak melibatkan koreografi silat sama sekali, bahkan cenderung biasa saja dan bisa dibilang sekedar cameo. Walau begitu, tetap ini merupakan suatu pencapaian yang besar bagi ketiga aktor ini, bermain dalam film blockbuster Hollywood.

Jadi, sudah siap berpetualang di galaksi nun jauh disana? Masukkan Star Wars: The Force Awakens dalam daftar tontonan kamu minggu ini!

-Adjie-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s