A Christmas Horror Story: Bukan Film Natal untuk Keluarga


649833

Oke, pertama-tama, mungkin agak telat karena Natal sudah lewat beberapa hari. Tapi, hey! film ini dirilis pada bulan Oktober 2016, jauh sebelum hari Natal.

Kalau kamu berpikir akan menghabiskan malam Natal bersama keluarga sambil menonton film ini, lebih baik dibatalkan saja. Ayo lah, dari judulnya saja pasti sudah terbayang, dong akan seperti apa filmnya. Ya, ‘A Christmas Horror Story’ bukan tipikal film Natal yang bisa dinikmati oleh seluruh anggota keluarga.

Film ini terdiri dari empat cerita terpisah yang satu sama lainnya terhubung melalui interaksi antara karakternya. Ada interaksi langsung, ada juga interaksi tidak langsung. Cerita pertama melibatkan tiga orang remaja bernama Dylan, Ben dan Molly (masing-masing diperankan oleh Shannon Kook, Alex Oze dan Zoé De Grand Maison), yang bermaksud untuk melakukan reportase investigasi (duh, kok kaya nama acara di stasiun TV, yak?) terhadap sebuah kasus pembunuhan misterius sepasang remaja yang terjadi di sekolah mereka setahun sebelumnya.

Cerita kedua menceritakan tentang Scott (diperankan oleh Adrian Holmes), seorang polisi yang sedang mengambil masa cuti karena masih mengalami trauma setelah menyaksikan langsung lokasi pembunuhan sepasang remaja di sebuah sekolah setahun lalu. Nah, mulai lihat kan bagaimana sang sutradara menempelkan benang merahnya.

Scott bermaksud untuk menghabiskan Natal bersama sang isteri, Kim (diperankan oleh Olunike Adeliyi) dan anak mereka, Will. Pada malam Natal, Scott memutuskan untuk mencari pohon cemara disebuah hutan milik keluarga Big Earl (diperankan oleh Alan C. Peterson) tanpa ijin. Dihutan ini lah, anak mereka Will mendadak hilang.

Masih saling berhubungan, cerita ketiga fokus pada keluarga Bauer yang hendak menghabiskan Natal dirumah salah satu keluarga jauh mereka. Sang anak lelaki, Duncan (diperankan oleh Percy Hynes White) secara sengaja melakukan sebuah kenakalan dengan menjatuhkan patung Krampus, makhluk legenda yang diceritakan senang menghukum anak-anak nakal pada malam Natal. Tidak percaya dengan takhayul, keluarga ini kemudian memutuskan untuk pulang, namun ditengah perjalanan, mobil mereka terperosok dan yang lebih menyeramkan, mereka berempat tidak sendirian ditengah hutan malam itu.

Cerita ke-empat yang paling seru, dan bisa dibilang paling bernuansa Natal, dimana kerajaan (atau pabrik?) milik Santa Claus (diperankan oleh George Buza) tiba-tiba diserang oleh wabah virus yang tidak jelas dari mana asalnya. Para Elves mendadak berubah menjadi zombie dan berniat untuk membunuh Santa yang lantas berjuang sekuat tenaga untuk menyelamatkan diri dan isterinya, Marta Claus (diperankan oleh Debra McCabe) dari serbuan mereka.

Oke, dari keseluruhan film, jujur hanya ada dua yang bener-bener terasa Natalnya, kedua cerita lainnya hanyalah sebuah cerita horor generik yang kesannya hanya jadi tempelan, dengan nuansa Natal tentunya. Gaya narasi dan benang merah keempat cerita dirangkai melalui sebuah siaran radio yang dibawakan oleh seorang penyiar bernama DJ Dan (William Shatner).

Beberapa adegan yang terjadi cukup klise dan membosankan. Satu hal yang juga sangat disayangkan adalah transisi antara satu adegan dengan adegan lainnya yang kurang mulus. Banyaknya adegan yang saling lompat jadi membuat penonton yang mulai tertarik pada satu cerita, langsung buyar konsentrasinya karena harus beradaptasi dengan adegan dari kisah lain. Dan ini terus terjadi sepanjang film. Cukup menggangu.

A Christmas Horror Story jelas-jelas bukan film Natal yang kami rekomendasikan untuk ditonton bersama seluruh keluarga, namun untuk penggemar film horor slasher yang mengumbar banyak adegan gory, boleh lah dimasukkan dalam daftar tontonan. Apalagi twist-nya di akhir cukup bagus, lho.

-Adjie-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s