Deadpool – Sebuah Harapan yang Menjadi Nyata


Deadpool

Judul diatas bukan sesuatu yang berlebihan, apalagi bila melihat perjalanan panjang Deadpool sampai akhirnya bisa mendapatkan filmnnya sendiri. Mimpi buruk Baraka-Pool (julukan yang diberikan untuk Deadpool di film terdahulu, X-Men Origins: Wolverine) pun berakhir dan para penggemar mendapatkan karakter Deadpool yang seharusnya!

Deadpool adalah salah satu karakter komik yang sangat menantang untuk diadaptasi dalam sebuah film, terutama berkaitan dengan kemampuan “break the 4th wall” yang membuatnya sadar bahwa dirinya adalah karakter fiksi dan sekaligus membuatnya mampu berkomunikasi dengan pembaca. Tim Miller berhasil melakukan ini dalam filmnya!

Seperti kisah-kisah origin lainnya, film pertama ini juga menceritakan tentang awal mula kenapa seorang Wade Wilson (diperankan oleh Ryan Reynolds) bisa menjadi Deadpool. Wade adalah seorang mantan anggota Special Force yang kini menjadi seorang hitman bayaran. Suatu ketika, setelah menyelesaikan pekerjaanya, Wade seperti biasa mengunjungi bar milik sahabatnya. Disinilah dia bertemu dengan seorang pekerja seks bernama Vanessa Carlysle (diperankan oleh Morena Baccarin). Bagai sebuah kisah film romantis, mereka jatuh cinta pada pandangan pertama dan tidak terasa, setahun telah berlalu dan mereka memutuskan untuk menikah. Hal menarik disini adalah bagaimana cara sang sutradara menggambarkan hubungan cinta yang berjalan selama satu tahun tersebut. Unik dan tentu saja beda dari film-film superhero yang ada saat ini. Indah namun nyeleneh.

Singkat cerita, Wade akhirnya harus menghadapi kenyataan pahit karena dirinya mengidap penyakit kanker yang akan segera merenggut nyawanya dalam hitungan hari. Ketakutan bahwa hal ini akan mempengaruhi (dan menyakiti) orang yang paling dicintainya, Wade memutuskan untuk pergi dan menerima tawaran seseorang bernama “The Recruiter” untuk bergabung dalam sebuah program rahasia dengan iming-iming, penyakit kankernya dapat disembuhkan dan dirinya akan mendapatkan kekuatan super. Ditempat inilah Wade bertemu dengan Ajax (diperankan oleh Ed Skrein) dan Angel Dust (Gina Carano) yang lantas mengungkapkan apa sebenarnya yang mereka lakukan di fasilitas rahasia tersebut.

Deadpool

Buat para fanboy yang sudah terlalu lama menunggu adanya film Deadpool yang layak, inilah saatnya. Deadpool dibuat dengan perjuangan Ryan Reynolds yang menginginkan keadilan untuk karakter komik yang secara tidak langsung terkait dengan dirinya tersebut. Untuk yang belum tahu, Deadpool di komiknya, mengaku bahwa wajahnya sebelum rusak, sangat mirip dengan aktor Ryan Reynolds. Sesuai keinginan dan janjinya, Reynolds berhasil menghadirkan sosok Deadpool yang otentik. Bahkan untuk menunjukkan keseriusannya, Reynolds sampai duduk dikursi produser.

Walau begitu, film ini tidak begitu saja mulus mendapatkan restu dari 20th Century Fox. Deadpool sempat dicoret dari proyek film mereka dan hampir tidak jadi dibuat. Namun ditengah ketidakjelasan tersebut, sebuah footage yang dimaksudkan sebagai test video dalam bentuk animasi 3D bocor di internet dan mendapatkan reaksi yang positif. Lampu hijau dari studio pun akhirnya diberikan!

Dari segi cerita, tidak ada yang istimewa dan cenderung klise, namun hal tersebut tertutupi dengan adegan-adegan aksi yang cukup berhasil membuat para penonton terpana. Beda dengan film Punisher: War Zone yang sebelumnya mencoba untuk menghadirkan ke-otentikan komiknya melalui adegan-adegan aksi brutal dan gory, Deadpool melakukan hal serupa namun dengan porsi dan sinematografi yang jauh lebih baik. Namun sayangnya, sebagian porsi aksi dan joke-jokenya tersebut sudah diumbar pada trailer dan beberapa video viral, sehingga tidak ada lagi kejutan-kejutan yang membuat penonton berujar ‘wow’.

Oh iya, sekedar catatan, film ini mengandung unsur-unsur kekerasan yang lumayan tinggi, jadi jangan ajak anak dibawah umur untuk menonton ya. Bukan cuma itu, adegan-adegan dewasa dan kata-kata makian juga menjadi bagian besar dalam film ini. Kamu sudah diperingatkan, ya!

Kekhawatiran para penggemar akan kemampauan break the 4th wall Deadpool pun terjawab. Dengan santainya, Deadpool berbicara kepada penonton, yang sempat membuat Colossus (diperankan oleh pengisi suara Stefan Kapičić) bingung. Deadpool dengan lantangnya memberikan sindiran-sindiran kepada pihak studio yang berhasil memancing tawa penonton.

Porsi adegan aksinya juga cukup dan tidak berlebihan, salah satu hal yang patut dipuji, mengingat budget yang diberikan untuk film ini. Deadpool mewujudkan harapan para fanboy dan menghadirkan karakter berjulukan “The Merc with a Mouth” dengan sebaik-baiknya. Tidak sia-sia, deh semua promo dan viral yang gila-gilaan selama beberapa bulan kebelakang tersebut. Oh iya, hampir lupa. Colossus disini lebih terasa karakternya ketimbang Colossus yang muncul di film-film X-Men. Bukan hanya ukuran tubuhnya yang lebih besar, namun juga akses Rusia-nya ketika berbicara. Ditambah lagi boyscout attitude-nya yang persis di komik.

Deadpool seakan-akan dibuat untuk dua jenis penonton, fanboy dan orang awam. Jangan kaget kalau kamu menemukan penonton yang jingkrak-jingkrak kegirangan saat mengerti easter eggs atau referensi yang banyak bertebaran di film ini. Dan untuk yang tidak mengerti, cerita sederhana dan adegan aksinya sudah cukup untuk dapat menikmati film ini. Walau kami tidak menyarankan film ini dijadikan tontonan valentine bersama pacar, tapi jujur saja, walau agak nyeleneh, ada beberapa adegan romantis disini. Jadi, mencari film superhero yang agak beda dan unik, tunggu apalagi?

-Adjie-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s