Captain America: Civil War – Adu Jotos Anggota The Avengers yang Sukses Bikin Penonton Ikutan Emosi!


Captin America - Civil War

Duo sutradara Anthony dan Joe Russo kembali menunjukkan kelasnya dengan ‘Captain America: Civil War’ yang sukses membuat penonton ikutan jadi emosi sepanjang film!

Apa benar segitu bagusnya film ini? Well, bisa dibilang kalau ini adalah film Marvel terbaik setelah ‘Captain America: The Winter Soldier’ yang juga di sutradarai oleh Russo bersaudara. Kenapa kedua? Ya, walaupun bisa dibilang sama bagusnya, tetap film ini meninggalkan beberapa hal yang mengganjal. Kami akan  berusaha untuk ngga terlalu dalam dalam mengulas film iin karena takutnya malah jadi spoiler untuk kamu-kamu yang belom sempat menonton.

Captain America: Civil War adalah sekuel langsung dari film sebelumnya; Captain America: The Winter Soldier, yang tampaknya masih fokus dengan karakter Winter Soldier yang kini menjadi buronan di seluruh dunia. Seperti sebelumnya, Russo bersaudara kembali memberikan sebuah konflik dalam konflik karena permasalahan dengan Winter Soldier ini menjadi lebih rumit dengan hadirnya Sekretaris Negara Thaddeus Ross (sebelumnya tampil di The Incredible Hulk sebagai Jenderal Thaddeus Ross) yang mengajukan Sokovia Accords untuk mengontrol para superhero menyusul insiden di Wakanda ketika The Avengers sedang memburu Crossbones, yang menyebabkan jatuhnya korban orang-orang sipil.

Untuk kamu yang pernah membaca komik Civil War, pasti langsung merasakan perbedaan yang mencolok di sini. Dalam lembar-lembar komik, konflik terpecahnya para superhero ini di sebabkan oleh superhero-superhero remaja yang ketika melakukan aksinya, menyebabkan tewasnya warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak. Sementara di film, justru anggota inti The Avengers sendiri (Captain America dan Scarlet Witch) yang menjadi penyebab pemerintah dunia memutuskan perlu adanya polisi khusus untuk mengawasi aksi-aksi mereka.

Pengembangan karakter yang ditampilkan oleh Russo bersaudara juga langsung terlihat melalui beberapa karakter utama seperti Steve Rogers/Captain America (diperankan oleh Chris Evans) yang percaya bahwa sebuah konflik tidak dapat selalu diselesaikan secara damai. Selalu akan ada korban yang jatuh untuk memperoleh kedamaian. Sementara Tony Stark/Iron Man (diperankan oleh Robert Downey Jr) percaya sebaliknya, jatuhnya korban dapat dihindari bila pemerintah dunia ikut campur tangan dalam setiap aksi The Avengers untuk mengawasi para superhero ketika beraksi, sekaligus melindungi warga sipil yang erlibat di dalamnya. Dua pemikiran ini lah yang terus di jejali kepada penonton karena keduanya masuk akal dan memiliki dasar argumen yang kuat. Captain America: Civil War memaksa penonton untuk memilih dua kubu yang berseteru, sebuah pilihan yang sulit karena keduanya tidak ada yang salah-salah banget. Baik Captain America dan Iron Man, sama-sama memiliki alasan yang jelas dan logis dalam menyatakan argumen dan pemikiran mereka.

Captain-America-1

Hal menarik lain dalam Captain America: Civil War adalah kehadiran tiga “anak baru” yang bukan hanya sekedar numpang lewat, namun cukup bersinar dan berkesan. Keluarga besar Marvel Studios bertambah dengan hadirnya T’Challa/Black Panther (diperankan oleh Chadwick Boseman) yang walaupun sebagai karakter baru, belum memiliki kisah origin yang secara spesifik menceritakan asal-usulnya, namun dengan singkat dan padat berhasil dijelaskan melalui visual dan beberapa baris dialog. Kehadirannya juga bukan hanya sekedar lewat, bahkan Russo bersaudara memberikan alasan jelas kenapa karakter ini ada dengan motivasi dalam melakukan tindakannya yang sangat kuat dan sangat beralasan.

Dua lainnya adalah Scott Lang/Ant-Man (diperankan oleh Paul Rudd) dan Peter Parker/Spider-Man (diperankan oleh Tom Holland) yang berhasil memberikan warna ceria dalam kisah yang agak kelam ini. Sekali lagi, Marvel Studios berhasil menyeimbangkan antara keseriusan dengan humor-humor ringan yang bisa memancing tawa penonton. Khusus untuk Spider-Man yang di boyong langsung dari Sony, bisa kami katakan inilah karakter Spider-Man terbaik yang pernah ditampilkan dalam film. Pendapat ini kami utarakan bukan karena ini adalah Spider-Man paling baru yang tampil di layar lebar, tapi karena akting brilian dari Tom Holland yang mampu membuat karakter ini begitu hidup. Spider-Man adalah karakter komik Marvel yang terkenal cerewet dan banyak melontarkan joke-joke jayus alias ngga lucu ketika beraksi, dan Tom Holland memenuhi kriteria tersebut. BEST SPIDER-MAN IN  FILM!

Film yang baik, tetap memiliki kekurangan, begitu pula dengan Captain America: Civil War. Kurang menonjolnya karakter antagonis dalam film ini sangat terlihat. Bahkan karakter Crossbones (diperankan oleh Frank Grillo) terkesan sangat di sia-siakan dan hanya muncul di beberapa menit awal sebelum akhirnya dimatikan. Padahal menurut kami, karakter ini bisa dikembangkan lagi untuk memiliki peran yang lebih berbobot dan penting.

Beberapa adegan juga ditampilkan terlalu cepat sehingga kurang memberikan penjelasan yang berarti, seperti di rekrutnya Scott Lang/Ant-Man yang tiba-tiba sudah ikut bersama Hawkeye, lalu perekrutan Peter Parker/Spider-Man oleh Tony Stark/Iron Man. Ya, walaupun ngga menganggu-ganggu amat, tetap menurut kami, perlu lah beberapa menit adegan personal seperti yang diberikan pada karakter T’Challa/Black Panther dengan ayahnya yang singkat, namun emosional. Kesimpulannya, Captain America: Civil War bukanlah film yang sempurna, namun setidaknya memiliki kerangka cerita yang kuat dan konflik perseteruan yang mudah dipahami oleh penonton. Adegan-adegan aksi yang ditampilkan pun cukup banyak porsinya. Seimbang. Jadi, buat kamu yang ingin mencari tontonan berkualitas, buruan ke bioskop dan pesan tiketmu!

-Adjie-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s