Ada Apa Dengan Cinta 2 – Perlu Berapa Purnama Sampai Kisah Ini Selesai?


Ada-apa-dengan-Cinta

Setelah menunggu sekian lama, akhirnya para penggemar film ‘Ada Apa Dengan Cinta?’ dapat mengetahui lanjutan kisah asmara antara Cinta dan Rangga setelah sekuelnya ‘Ada Apa Dengan Cinta 2’ rilis secara resmi di Indonesia dan beberapa negara tetangga secara serentak beberapa hari lalu.

Ada Apa Dengan Cinta 2, atau disingkat AADC2, adalah sekuel langsung dari film remaja populer ‘Ada Apa Dengan Cinta’ karya sutradara Rudy Soedjarwo yang dibesut pada tahun 2002 silam. Kesuksesan film ini bahkan sempat menelurkan sebuah serial televisi (sinetron) dengan judul sama, yang sayangnya, kurang sukses dan dianggap tidak ada oleh tim pembuat film AADC2 yang kali ini memboyong Riri Riza sebagai sutradara.

AADC2 masih menceritakan tentang geng perempuan yang terdiri dari Cinta (diperankan oleh Dian Sastrowardoyo), Maura (diperankan oleh Titi Kamal), Milly (diperankan oleh Sissy Priscillia) dan Karmen (diperankan oleh Adinia Wirasati). Betul, dari nama-nama yang kami sebutkan, kurang satu orang, yaitu Alya yang pada film sebelumnya diperankan oleh Ladya Cheryl. Pada setiap perbincangan antar karakternya, Alya tidak pernah disebut-sebut, sampai akhirnya penonton dibawa pada satu adegan dimana penjelasan melalui kata sudah tidak lagi diperlukan. Sangat disayangkan apa yang terjadi pada karakter Alya. Selain Rangga (diperankan oleh Nicholas Saputra), karakter cowok dari film pertama yang kembali adalah Mamet (diperankan oleh Dennis Adhiswara) yang kini menjadi suami Milly dan sedang menantikan kelahiran anak pertama mereka. Beberapa nama baru adalah Sarita Thaib, Christian Sugiono, Ario Bayu dan Dimi Cindyastira.

Ada Apa Dengan Cinta 2

Lama dengan kehidupan masing-masing, geng ini akhirnya reunian dan memutuskan untuk melakukan roadtrip ke Jogjakarta. Untuk menambah keseruan, mereka berempat berencana untuk pergi bersama tanpa pasangan masing-masing. Penonton dibawa kepada persepsi bahwa roadtrip ini merupakan “bachelorette party” untuk Cinta yang akan segera menikah dengan tunangaannya, Trian. Beberapa tahun membuat karakter-karakter utama ini cukup banyak berubah, namun yang paling jelas terlihat adalah Karmen yang kini lebih pendiam dan tidak se “macho” sebelumnya. Diceritakan kalau Karmen baru saja keluar dari pusat rehabilitasi narkoba dan kecanggunganya ketika bertemu dengan sahabat-sahabatnya terasa sekali. Karmen seakan-akan ragu kalau dirinya akan kembali diterima setelah kesalahannya di masa lalu tersebut. Ini jadi detil kecil yang dampaknya cukup besar pada keseluruhan kerangka plot.

Rangga yang kini tinggal di New York dan membuka bisnis Cafe bersama temannya, mendapatkan sebuah kunjungan tak terduga dari seorang perempuan yang mengaku sebagai adik tirinya, yang menyuruhnya kembali untuk menemui sang Ibu yang tinggal di Jogjakarta. Seperti kisah cinta klise lainnya, tentu secara tidak sengaja Rangga bertemu dengan Karmen dan Milly yang akhirnya berlanjut pada pertemuannya dengan Cinta. Dan seperti yang sudah ditebak juga, kisah cinta mereka ternyata belum berakhir. Rangga merasa perlu memberikan penjelasan kenapa dirinya meninggalkan Cinta tanpa alasan yang jelas 9 tahun lalu.

Ada Apa Dengan Cinta

Secara keseluruhan, AADC2 tidak menghadirkan sesuatu yang baru, malah cenderung dipenuhi dengan berbagai adegan dan dialog-dialog klise yang sudah berkali-kali kita temukan di film-flm semacam ini. Namun ketidakistimewaan tersebut menjadi sesuatu yang bisa dinikmati karena penonoton menginginkan kejelasan apa yang sebenarnya terjadi. Terlebih pada film sebelumnya, akhir cinta kedua karakter utama ini tidak dijelaskan secara gamblang dan menimbulkan beberapa persepsi berbeda, tergantung sudut mana yang dipakai oleh masing-masing penonton.

Untuk karakterisasinya, terlihat sekali kematangannya disini. Seperti Rangga yang kini mulai memandang hidup bukan hanya dengan kesendirian melalui interaksinya dengan teman-temannya di New York. Yang seperti ini tidak akan ditemukan pada Rangga yang dulu. Rangga di AADC2 juga mulai bisa menerima kehadiran orang-orang baru dalam hidupnya dengan kedewasaan berpikir. Keras kepalanya sedikit berkurang, yang menurut kami baik dan berhasil menghadirkan sisi lain dari Rangga.

Nostalgia adalah kata yang tepat untuk mengambarkan AADC2, bukan hanya untuk karakter-karakter di filmnya, namun juga bagi penggemar lama yang penasaran. AADC2 jauh dari sempurna, tapi sebagai tontonan, bisa dibilang sebagai film yang berkualitas dan tidak mengecewakan. Penggemar AADC dijamin puas dengan film ini, dan untuk penonton-penonton baru, tetap dapat menikmati.

-Adjie-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s