X-Men: Apocalypse – Emosional dan Penuh Kejutan!


X-Men Apocalypse

X-Men: Apocalypse telah rilis di bioskop dan bagai sebuah ucapan permohonan maaf yang tulus, Bryan Singer memberikan film X-Men paling emosional yang pernah dibuat!

Sejak awal X-Men (2000) di angkat ke layar lebar, harapan para penggemar kisah yang di adaptasi dari komik berjudul sama terbitan Marvel ini begitu besar. Apalagi X-Men adalah salah satu komik terpopuler yang memiliki fanbase besar di seluruh dunia. Baik keberhasilan dan kegagalan pernah di terima oleh film-film ini. Penggemar X-Men tidak akan pernah lupa kekecewaan mereka terhadap X-Men: The Last Stand (2006). Namun sejak X-Men: First Class (2011), harapan itu kembali dan kini, X-Men: Apocalypse layak di sandingkan dalam jajaran salah satu film X-Men terbaik. Kenapa? Ini alasannya…

X-Men: Apocalypse mengambil setting tahun 80-an dan melanjutkan kisah dua film sebelumnya; X-Men: First Class dan X-Men: Days of Future Past (2014) dengan menghadirkan versi muda dari karakter-karakter dari trilogi pertama. Sebuah langkah yang cerdas, sih, mengingat banyaknya potensi yang dapat dilakukan untuk film-film selanjutnya (bila ada?) terhadap karakter-karakter ini.

Profesor Charles Xavier (diperankan oleh James McAvoy) kini telah kembali memiliki harapan, dan bersama Hank McCoy / Beast (Nicholas Hoult), mengurus kembali sekolah untuk para mutant. Di sini digambarkan kalau Amerika Serikat mulai menerima kehadiran mutant, walau beberapa masih takut dengan kehadiran mereka setelah insiden penyerangan presiden oleh Magneto / Erik Lehnsherr (diperankan oleh Michael Fassbender) beberapa tahun lalu.

Erik kini tinggal di Polandia bersama isteri dan anak perempuannya Nina (karakter ini terinspirasi oleh Anya, salah satu anak perempuan Magneto dalam komik). Kehidupan Erik sehari-hari sebagai pekerja tambang sangat harmonis dan damai, hingga suatu ketika, sebuah kecelakaan hampir menewaskan rekan kerjanya. Kecelakaan yang terpaksa membuatnya menggunakan kekuatan mutant untuk menolong dan tanpa sepengetahuannya, ada saksi mata yang melaporkan hal ini kepada polisi.

Di tempat lain, seorang mutant kuno bernama Apocalypse (diperankan oleh Oscar Isaac) bangkit kembali karena kecerobohan Moira (diperankan oleh Rose Byrne) ketika menyelidiki sebuah kasus yang tanpa sengaja membiarkan pintu gua tempat Apocalypse tertidur terbuka dan sinar matahari yang merupakan sumber kekuatannya masuk ke dalam gua. Apocalypse yang tidak tahu di mana dan era apa dirinya berada kini, akhirnya mempelajari tentang bumi yang telah modern dan merekrut empat orang mutant sebagai anak buahnya. Keempat mutant yang mendapat julukan “The Four Horsemen of Apocalypse” ini adalah Ororo Munroe / Storm (diperankan oleh Alexandra Shipp), Elizabeth Braddock / Psylocke (diperankan oleh Olivia Munn), Warren Worthington III / Angel (diperankan oleh Ben Hardy) yang diberikan sayap logam oleh Apocalypse dan berganti nama menjadi Archangel dan Magneto.

X-Men Apocalypse

Film dengan durasi hampir tiga jam ini benar-benar dibuat megah oleh Singer. Efek grafisnya jauh melebih film-film X-Men sebelumnya dan benar-benar maksimal. Belum lagi akting para pemainnya yang juga all out. Beberapa adegan digambarkan sangat emosional dan penonton ikut terbawa. Adegan drama dan aksinya cukup seimbang dan Singer juga berhasil memberikan adegan pertarungan yang cukup baik. Bila sebelumnya kamu menonton Captain America: Civil War dan merasakan “kekosongan” ketika kedua kubu superhero bertarung, di sini tidak sama sekali. Frame-nya begitu rapat dan padat dengan model sinematografi yang cepat dan banyak mengandalkan jarak dekat sehingga membuat “kekosongan” yang ada tersamarkan.

Film yang bagus bukan berarti tanpa cela. Karakter Raven Darkhölme / Mystique (diperankan oleh Jennifer Lawrence) amat sangat dominan dan menggangu sekali, cenderung bikin gerah. Apalagi di sini dia digambarkan sebagai sosok pahlawan atau panutan bagi mutant-mutant muda. Oke lah, mungkin karena bayarannya lebih besar dibandingkan yang lain, tapi tetap saja susah di terima, terutama oleh para penggemar komik X-Men. Sebenarnya kalau mau lebih bagus lagi, Singer harus fokus pada trio Storm, Jean Grey (diperankan oleh Sophie Turner) dan Scott Summers / Cyclops (diperankan oleh Tye Sheridan) sebagai karakter penting dalam tim X-Men, ketimbang hanya di jadikan latar, yang walau porsi mereka cukup banyak, namun pendalaman karakternya masih kurang di gali. Salah satu pemain yang paling mencuri perhatian adalah Evan Peters yang berperan sebagai Peter Maximoff / Quicksilver. Buat kamu yang masih ingat adegan memorablenya di First Class ketika menyelamatkan Magneto, bayangkan adegan yang sama dengan porsi dua kali lebih banyak. Hasilnya? Keren banget!

Untuk alur cerita, sedikit berantakan karena terlalu banyak hal yang ingin dimasukkan dalam durasi film yang terbatas. Di satu sisi sepertinya Singer ingin fokus pada Apocalypse, tapi dia juga tidak ingin membiarkan karakter-karakter lainnya maju tanpa fondasi dan motivasi yang jelas. Mungkin itu sebabnya ada chapter Magneto yang kalau di total, durasinya cukup lumayan. Tapi secara keseluruhan, tidak ada keluhan dan film ini berani kami nobatkan sebagai film X-Men terbaik kedua setelah First Class. Kehadiran cameo-cameo di sini juga bukan sembarangan memasukkan karakter saja. Kita sudah melihat versi Archangel dari Angel, lalu ada Psylocke dan Caliban, sudah jelas arah proyek X-Men selanjutnya, X-Force! Menurut kabar yang beredar, Fox sedang sibuk menggodok film X-Force, jadi bukan kebetulan bila beberapa anggota intinya muncul di X-Men: Apocalypse.

Jadi, kalau minggu ini kamu mencari tontonan film aksi, jangan lupa masukkan X-Men: Apocalypse dalam daftar tontonanmu. Oh, iya, jangan keluar bioskop sampai credit selesai, ya, ada adegan tambahan beberapa menit yang sayang kalau terlewat!

-Adjie-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s