Ghostbusters – Jauh Melebihi Ekspektasi dan Sangat Menghibur!


Ghostbusters

Secara mengejutkan, Ghostbusters yang di prediksi oleh banyak orang akan jatuh dari tangga box office, memberikan sebuah tontonan yang layak dan pantas menyandang judul filmnya.

Awalnya memang ada perasaan enggan buat nonton film yang satu ini, apalagi ini adalah reboot dari franchise terkenal yang basis penggemarnya tidak sedikit. Jujur saja kami sempat skeptis dan menontonnya dengan ekspektasi serendah mungkin. Hasilnya, ternyata kami salah, Ghostbusters berhasil memberikan tontonan yang menghibur dengan porsi aksi yang pas dan beberapa momen yang cukup berkesan, nggak memorable, tapi setidaknya menimbulkan perasaan “wow” ketika menonton.

Plot utama Ghostbusters menceritakan tentang seorang ilmiwan bernama Dr. Erin Gilbert (diperankan oleh Kristen Wiig) yang memutuskan untuk mengubur masa lalunya sebagai seorang penulis buku paranormal bersama sahabatnya Dr. Abby Yates (diperankan oleh Melissa McCarthy) dan memilih untuk menjadi dosen di Columbia University. Semuanya berjalan lancar untuk Erin hingga satu ketika, seorang pria paruh baya menemuinya dengan membawa buku yang pernah di tulisnya bersama Abby dan memohon bantuannya untuk menyelidiki kemunculan hantu wanita di museum miliknya. Kesal karena tanpa sepengetahuannya Abby menjual buku tersebut dan takut karirnya sebagai dosen akan berakhir, Erin mendatangi Abby dan di sinilah dia bertemu dengan rekan Abby yang baru, Dr. Jillian Holtzmann (diperankan oleh Kate McKinnon). Singkat cerita, Abby tertarik dengan cerita museum berhantu dan mereka bertiga pergi menyelidiki untuk mendapati bahwa benar hantu wanita tersebut muncul di museum tua itu. Ini lah cikal bakal terbentuknya Ghostbusters.

Oke, plot tersebut sangat mirip dengan plot asli Ghostbusters (1984) namun dengan sedikit penyesuaian dengan masa kini, yang membuat film ini jadi menarik untuk di ikuti hingga akhir. Untuk sebuah cerita origin, Ghostbusters bisa menampilkannya dengan baik. Secara keseluruhan, film ini cukup layak untuk di sandingkan dengan dua film sebelumnya. Selain plot, si sutradara Paul Feig juga memberikan banyak penghormatan untuk film Ghostbusters dan Ghostbusters II (1989). Dengan sambutan penonton yang tidak di sangka-sangka ini, kami yakin pihak produser langsung menyiapkan sekuel dan mengubur rencana mereka untuk membuat film reboot lain yang rencananya akan menampilkan tim Ghostbusters laki-laki dengan judul ‘Ghost Corp’.

Ghostbusters

Film yang baik tidak luput dari kekurangan, begitu juga dengan Ghostbusters. Walaupun memberikan adegan-adegan aksi yang cukup baik dengan visualisasi yang indah dan rapi, film ini agak kurang dari segi skrip. Dialog-dialognya kadang monoton dan memberikan kesan penulisnya malas dan mengerjakannya setengah hati. Belum lagi humor-humor yang kami nggak ngerti lucunya dimana. Paul Feig memang salah satu sutradara dengan selera humor yang aneh menurut kami. Bukan hanya nggak lucu, bisa di bilang juga banyak dari kalimat-kalimat yang di tujukan untuk membuat penonton tertawa terdengar kering dan dibarengi dengan adegan pause selama beberapa detik. Oke, deh, buat beberapa menit awal film mungkin masih bisa bikin senyum, tapi kalau di ulang-ulang terus sepanjang film, kan bosen juga.

Untuk akting para pemainnya sendiri sudah cukup bagus, tapi sangat di sayangkan peran Chris Hemswort sebagai resepsionis Kevin Beckman terasa sia-sia. Malah kita kaget mau-maunya dia menerima tawaran berperan sebagai karakter yang jujur aja, nggak akan membuat resumenya sebagai aktor, lebih baik. Chris bener-bener cuma jadi pemanis saja dan menjadi lelucon dalam artian yang sebenarnya. Kehadiran anggota Ghostbusters keempat, Patty Tolan (diperankan oleh Lesslie Jones) cukup memberikan warna pada kombinasi karakter utama yang ada. Hubungan Erin dan Abby mengingatkan kita pada duo Peter Venkman dan Raymond Stantz pada film aslinya, yang tentu saja membawa nostalgia.

Selain itu, bukan hanya memberikan penghormatan kepada film aslinya melalui berbagai adegan dan situasi yang serupa, Ghostbusters juga menampilkan cameo dari film aslinya seperti Bill Murray, Dan Aykroyd, Sigourney Weaver, Ernie Hudson dan Annie Potts yang nggak akan kami sebut muncul dimana dan adegan apa, biar kamu sendiri nanti yang cari, hehe.. Pemain asli yang absen adalah almarhum Harold Ramis yang meninggal pada 2014 lalu. Oh iya, raksasa Stay Puft Marshmallow Man yang menjadi ikon di film aslinya juga muncul sebagai cameo, lho!

-Adjie-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s